Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Kinerja APBD Jakarta 2026: Ekonomi Tumbuh, Pengguna Angkutan Umum Tembus 230 Juta Orang

Ryandi Zahdomo • Rabu, 22 Juli 2026 | 13:13 WIB
Gubernur DKI Pramono Anung
Gubernur DKI Pramono Anung

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat realisasi pendapatan daerah telah menembus Rp 29,29 triliun atau setara 41 persen dari target Rp 71,45 triliun hingga 30 Juni 2026.

Di saat yang sama, serapan belanja daerah telah mencapai Rp 24,73 triliun untuk menopang stabilitas ekonomi warga Jakarta di tengah ketidakpastian global.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta terus melakukan percepatan pelaksanaan program, agar manfaat anggaran negara dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"APBD harus menjadi instrumen yang mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan manfaat nyata, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta," ujar Pramono dalam konferensi pers Jakarta Budget Talks di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7).

Baca Juga: Pramono Anung Sebut Obligasi Daerah Jakarta Rp 3,5 Triliun Diterbitkan Juni 2027

Ekonomi Tumbuh, Transportasi Publik Laris

Kinerja fiskal yang terjaga ini sejalan dengan laju perekonomian Jakarta yang tumbuh 5,59 persen secara tahunan (year on year) pada Triwulan I 2026.

Sektor perdagangan, jasa keuangan, dan industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ini.

Daya beli dan kepercayaan masyarakat juga tetap solid. Indeks Keyakinan Konsumen per Juni 2026 berada di level 144,4, disokong oleh inflasi daerah yang terkendali di angka 2,78 persen.

Tak hanya itu, mobilitas masyarakat mengggunakan moda transportasi umum melonjak hingga 230,8 juta penumpang pada Triwulan II 2026, atau naik 9,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan masyarakat. Karena itu, kami terus memperkuat konektivitas melalui transportasi publik, menghadirkan berbagai kegiatan yang menggerakkan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terpelihara," ujar Pramono.

Baca Juga: Dugaan Penculikan Jesslyn Wijaya Janggal: Keluarga Tolak Polisi, Saksi Sebut Tak Ada Paksaan

Investasi Melonjak dan Proyek Listrik Sampah

Di sektor investasi, Jakarta sukses mempertahankan posisinya sebagai magnet utama penanaman modal di Indonesia.

Realisasi investasi pada Semester I 2026 mencapai Rp 173,6 triliun, menyumbang 17,20 persen dari total investasi nasional.

Selain memfasilitasi peluang bisnis baru dan investasi hijau, Pemprov DKI Jakarta juga mengejar penyelesaian proyek infrastruktur strategis, salah satunya Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Buka Magang Hingga Kerja ke Luar Negeri

Guna memastikan pertumbuhan ekonomi berdampak pada penyerapan tenaga kerja, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jakarta berhasil ditekan menjadi 6,03 persen pada Februari 2026.

Langkah ini didukung oleh berbagai program seperti Padat Karya, pelatihan Mobile Training Unit, serta program magang bagi lulusan SMA dan sederajat.

Baca Juga: Atap SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh, Gedung Baru Bakal Dibangun 2027

Tak berhenti di situ, Pemprov DKI Jakarta juga memfasilitasi penempatan tenaga kerja ke berbagai negara.

"Program kerja sama penempatan tenaga kerja ke luar negeri, seperti ke Jepang, Korea Selatan, Jerman, Arab Saudi, dan negara lainnya akan terus kami lanjutkan," imbuh mantan Sekretaris Kabinet itu.

Ia menambahkan, upaya tersebut terus dilakukan untuk mempersiapkan kualitas SDM Jakarta agar memiliki daya saing tinggi di tingkat global.

 

Editor : Bayu Putra
apbd jakarta 2026 realisasi apbd dki jakarta pertumbuhan ekonomi transportasi umum pramono anung