JawaPos.com - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengungkap kunci penting untuk meningkatkan angka harapan hidup warga hingga tembus 80 tahun.
Rahasianya terletak pada pembiasaan gaya hidup aktif melalui pemanfaatan ruang publik, seperti yang terlihat saat keduanya hadir di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (26/7).
Pada CFD keempat di Jalan H.R. Rasuna Said ini, ribuan warga memadati area depan Gedung Kementerian Kesehatan.
Menkes Budi mengapresiasi konsistensi Pemprov DKI Jakarta dalam menyediakan fasilitas olahraga luar ruang yang aman.
Baca Juga: Aksi Serentak Hijaukan Pesisir Jakarta: Tanam 21 Ribu Mangrove di 5 Kawasan
Menurut dia, rutinitas aktivitas fisik berkontribusi langsung pada usia harapan hidup seseorang.
Saat ini, rata-rata angka harapan hidup masyarakat Indonesia berada di angka 74 tahun. Menkes Budi optimistis bahwa kegiatan seperti CFD dapat mendorong angka tersebut meroket.
"Melalui pembiasaan gaya hidup aktif dan rutin berolahraga seperti di HBKB ini, kita berharap kualitas kesehatan warga Jakarta terus meningkat sehingga angka harapan hidup dapat mencapai lebih dari 80 tahun, sejajar dengan negara-negara maju," ungkap Menkes Budi, Minggu (26/7).
Antusiasme Masyarakat Tinggi
Gubernur Jakarta Pramono mengatakan, antusiasme warga yang tinggi saat momen CFD menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran warga ibu kota terhadap pentingnya menjaga kebugaran fisik.
"Ini membuktikan masyarakat Jakarta semakin gemar berolahraga. Melalui kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Kesehatan, kami ingin mengajak warga memanfaatkan ruang publik yang tersedia agar dapat hidup lebih sehat dan nyaman," ujar Gubernur Pramono.
Baca Juga: Perubahan Status Bank Bandung Diyakini Dongkrak Kinerja dan PAD
Jam Khusus Demi Kenyamanan Jemaah
Tingginya animo masyarakat membuat Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjadikan HBKB kawasan Kuningan sebagai agenda rutin.
Meski begitu, jadwal pelaksanaan kegiatan ini telah disesuaikan menjadi pukul 05.30 hingga 09.00 WIB untuk mengakomodasi kebutuhan sosial di sekitarnya.
Pramono menjelaskan bahwa pembatasan waktu tersebut merupakan respons langsung atas aspirasi warga.
Hal ini dilakukan demi menjaga kenyamanan masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah di sekitar kawasan Rasuna Said.
"Awalnya, masyarakat mengusulkan agar HBKB dimulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB karena terdapat tempat ibadah di sekitar kawasan ini, dan kami penuhi. Alhamdulillah, sekarang tidak ada permintaan lain selain agar CFD di Kuningan tetap diadakan. Ini menunjukkan masyarakat memang memiliki keinginan kuat untuk hidup lebih sehat," tuturnya.
Baca Juga: Transaksi FJGS 2026 Tembus Rp 26,8 Triliun, Rekor Pesta Diskon Jakarta
Untuk mendukung kenyamanan warga yang berolahraga, Pemprov DKI Jakarta juga telah memoles infrastruktur di kawasan tersebut.
Pramono menilai jalur pedestrian di sepanjang Kuningan kini tampil jauh lebih rapi dan estetik untuk dinikmati publik.
Sinergi antara Pemprov DKI dan Kementerian Kesehatan ini diharapkan tidak hanya menciptakan budaya hidup sehat.
Lebih dari itu, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan visi Jakarta sebagai kota global yang humanis, aktif, dan berkelanjutan.
Editor : Bayu Putra