Suasana pertemuan berlangsung penuh kehangatan dan keakraban, mempertemukan berbagai elemen: jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, perwakilan kepolisian, TNI, kejaksaan, Kantor Pertanahan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, akademisi, pengusaha, hingga insan pers. Semua berkumpul dalam satu ruangan, duduk bersama untuk saling mengenal, bertukar pikiran, dan membangun jembatan komunikasi yang terbuka.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah menyampaikan bahwa silaturahmi ini menjadi momentum berharga untuk mempererat hubungan sekaligus menjalin komunikasi langsung dengan warga. Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat akan jauh lebih mudah diselesaikan apabila pemerintah dan warga memiliki ruang dialog yang terbuka dan akrab.
“Kita sekalian berkenalan, sekalian ingin menyambangi warga, tukar pikiran, dan terus membangun kebersamaan. Barangkali ada hal-hal yang nanti bisa kita diskusikan dan kita obrolkan dengan santai,” ujar Iin di tengah suasana pertemuan yang hangat.
Jakarta Barat Bukan “Gotham City”
Dalam kesempatan tersebut, Iin juga menegaskan penolakan terhadap sebutan yang belakangan ini beredar di ruang publik, yang menyebut Jakarta Barat sebagai “Gotham City”. Sebutan itu, kata beliau, sama sekali tidak mencerminkan kondisi maupun semangat warga Jakarta Barat yang senantiasa saling menjaga dan menjaga lingkungannya.
“Kita enggak ingin Jakarta Barat dibilang Gotham City. Masa Jakarta Barat tidak aman? Malam hari saja masih banyak warga kita yang bermain bola dan beraktivitas,” tegasnya dengan nada mantap.
Iin menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan wilayah ini adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat harus berjalan beriringan, saling melengkapi, dan saling mendukung untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan maupun ketertiban.
“Alhamdulillah kita telah membuktikan Jakarta Barat. Hari ini kita mulai perdana dan akan berlanjut ke kecamatan lainnya,” ungkapnya, menandakan bahwa langkah kebersamaan ini akan terus berlanjut hingga ke seluruh pelosok wilayah.
Silaturahmi yang Melahirkan Solusi
Tokoh Pemuda Jakarta Barat sekaligus inisiator kegiatan, H. Umar Abdul Aziz, S.Pd., S.H., M.H., menyambut baik kehadiran seluruh pihak dan berharap pertemuan ini tidak sekadar menjadi acara seremonial, melainkan benar-benar melahirkan solusi nyata bagi permasalahan yang dihadapi warga sehari-hari.
“Alhamdulillah berkat dukungan seluruh pemangku kepentingan yang ada di sini, kita dapat berkumpul. Momentum yang baik ini kita harapkan apa yang menjadi kendala-kendala di Jakarta Barat nanti dapat dijelaskan dan dicarikan jalan keluarnya, sehingga hal ini menjadi acuan kita ke depannya sebagai warga Jakarta Barat,” ujarnya dengan penuh harap.
Ajak Warga Menjadi “Polisi bagi Diri Sendiri”
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengajak seluruh masyarakat untuk ikut aktif menjaga keamanan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau ajakan yang berpotensi mengganggu ketertiban. Beliau juga mengingatkan para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak, agar terhindar dari tawuran, narkoba, dan berbagai aktivitas yang dapat merugikan masa depan mereka.
“Mari kita menjadi polisi bagi kita sendiri. Artinya, kita tidak menjadi pelaku kejahatan dan tidak menjadi korban kejahatan,” pesan Nasriadi yang disambut persetujuan oleh para warga yang hadir.
Sementara itu, Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Saputra Haki mengingatkan warga agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial. Setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya terlebih dahulu, agar berita yang belum terverifikasi tidak menimbulkan kepanikan yang berujung pada kerusuhan.
“Harus dicek betul apakah informasi tersebut benar atau tidak. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru membuat kepanikan dan berujung pada kerusuhan,” katanya. Masyarakat pun diminta untuk menghindari penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, serta segala bentuk tindakan anarkis.
Satu Langkah, Satu Komitmen
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Arief Indra Kusuma Adhi menegaskan bahwa keberadaan Forkopimko adalah wujud nyata dari upaya bersama untuk memastikan setiap warga dapat beraktivitas dengan aman, tenang, dan nyaman.
“Tugas kami adalah menjaga agar Jakarta Barat ini menjadi kota yang bisa melayani dan melindungi warganya,” ujarnya dengan tegas.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat Shinta Purwitasari, jajaran Pemkot, para Ketua RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya. Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa ketika seluruh pihak duduk bersama dalam satu meja, berkomunikasi secara terbuka dan saling menghargai, maka kekuatan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan akan tumbuh semakin kokoh.
Dengan semangat satu meja dan satu komitmen, Forkopimko bersama masyarakat Jakarta Barat menegaskan satu hal dengan jelas: menjaga Jakarta Barat bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab kita semua