Kenapa Kita Sering Merasa Kurang? Ini Penyebab Insecure dan Cara Mengatasinya

Rafi Akbar • Dipublikasikan Jumat, 30 Oktober 2026 | 15:25 WIB
Illustrasi Seseorang yang Sedang Insecure Terhadap Pencapaian Orang Lain (Dok. Magnific)
Illustrasi Seseorang yang Sedang Insecure Terhadap Pencapaian Orang Lain (Dok. Magnific)

JawaPos.com - Pernah merasa pencapaian diri sendiri tidak ada apa-apanya setelah melihat keberhasilan orang lain? Atau merasa penampilan dan kemampuan yang dimiliki masih jauh dari kata cukup, meskipun sudah berusaha memberikan yang terbaik?

Perasaan seperti itu cukup sering dialami dalam kehidupan sehari-hari. Ada kalanya seseorang merasa kurang percaya diri, meragukan kemampuannya sendiri, hingga menganggap orang lain memiliki kehidupan yang jauh lebih baik. Kondisi ini biasa disebut sebagai insecure.

Perasaan insecure bisa muncul dalam berbagai situasi, mulai dari lingkungan pertemanan, pekerjaan, pendidikan, hingga hubungan asmara. Jika dibiarkan berlarut-larut, perasaan tersebut dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Bau Mulut Bikin Tidak Percaya Diri? Begini 5 Cara Mengatasinya!

Apa yang Menyebabkan Seseorang Merasa Insecure?

Insecure bukan muncul tanpa alasan. Pengalaman masa lalu, tekanan dari lingkungan sekitar, hingga kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain bisa mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Berikut beberapa hal yang dapat memicu munculnya perasaan insecure.

1. Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Salah satu penyebab seseorang merasa kurang adalah kebiasaan membandingkan pencapaian, penampilan, atau kehidupan pribadi dengan orang lain. Ketika melihat teman mendapatkan pekerjaan impian, meraih prestasi, atau memiliki kehidupan yang terlihat menyenangkan, seseorang bisa merasa tertinggal.

Kebiasaan ini juga dapat semakin kuat ketika seseorang menghabiskan banyak waktu di media sosial. Unggahan mengenai pencapaian dan momen terbaik orang lain terkadang membuat kehidupan sendiri terasa kurang menarik.

Padahal, apa yang terlihat di media sosial tidak selalu menggambarkan keseluruhan kehidupan seseorang. Setiap orang memiliki proses, tantangan, dan waktunya masing-masing.

2. Terlalu Memikirkan Penilaian Orang Lain

Baca Juga: TelkomGroup Dorong Kolaborasi AI Data Center Perkuat Infrastruktur Digital AI-Ready Indonesia

Rasa insecure juga bisa muncul ketika seseorang terlalu mengkhawatirkan pendapat orang lain. Misalnya, takut dianggap tidak menarik, khawatir melakukan kesalahan saat berbicara, atau merasa harus selalu memenuhi harapan orang di sekitarnya.

Akibatnya, seseorang menjadi lebih sibuk memikirkan bagaimana dirinya dinilai daripada menikmati kegiatan yang sedang dijalani. Bahkan, komentar negatif yang pernah diterima bisa terus teringat dan mempengaruhi kepercayaan diri.

Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang enggan mencoba hal baru karena takut mendapatkan kritik atau penolakan.

3. Pengalaman Buruk di Masa Lalu

Pengalaman seperti perundungan, penolakan, kritik berlebihan, atau kurangnya dukungan dari lingkungan terdekat juga dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri.

Seseorang yang sering diremehkan, misalnya, bisa tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya tidak cukup pintar atau tidak memiliki kemampuan yang baik. Meski situasinya sudah berubah, pengalaman tersebut terkadang masih terbawa hingga dewasa.

Pengalaman masa lalu memang tidak selalu mudah dilupakan. Namun, pengalaman tersebut bukan berarti menentukan nilai diri seseorang untuk selamanya.

Baca Juga: Dirut Telkom di DTIIF 2026: Infrastruktur dan Keamanan Digital Jadi Fondasi Industri AI Masa Depan

4. Memiliki Standar yang Terlalu Tinggi untuk Diri Sendiri

Menetapkan target merupakan hal yang wajar. Namun, keinginan untuk selalu sempurna justru bisa menjadi sumber tekanan ketika seseorang tidak memberikan ruang bagi dirinya untuk melakukan kesalahan.

Orang yang memiliki standar terlalu tinggi cenderung sulit merasa puas dengan hasil yang sudah dicapai. Ketika berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan, misalnya, perhatian justru tertuju pada kekurangan kecil yang masih ada.

Akibatnya, pencapaian yang seharusnya patut diapresiasi malah terasa tidak berarti. Jika terus berulang, kebiasaan ini dapat membuat seseorang merasa selalu tertinggal dan tidak pernah cukup baik.

Cara Mengatasi Rasa Insecure agar Tidak Terus Berlarut-larut

Munculnya rasa insecure sesekali merupakan hal yang manusiawi. Namun, penting untuk mengenali perasaan tersebut agar tidak terus mempengaruhi cara seseorang menilai dirinya sendiri. Ada beberapa langkah yang bisa dicoba untuk membangun kepercayaan diri secara bertahap.

1. Kenali dan Tantang Pikiran Negatif

Saat merasa kurang, cobalah memperhatikan hal-hal yang dikatakan kepada diri sendiri. Apakah benar kemampuan yang dimiliki buruk, atau justru sedang terlalu fokus pada kekurangan?

Baca Juga: Rabies Bisa Berakibat Fatal, Kenali 4 Cara Mencegah Penularannya

Misalnya, ketika muncul pikiran bahwa diri sendiri tidak mampu melakukan sesuatu, coba ingat kembali pengalaman ketika berhasil menyelesaikan tugas atau menghadapi tantangan serupa.

Bukan berarti harus selalu berpikir positif, melainkan belajar melihat diri sendiri secara lebih adil dan realistis. Kesalahan tidak otomatis membuat seseorang menjadi gagal, begitu pula keberhasilan orang lain tidak berarti mengurangi nilai diri sendiri.

2. Kurangi Kebiasaan Membandingkan Diri

Setiap orang memiliki latar belakang, kesempatan, dan proses perkembangan yang berbeda. Karena itu, membandingkan perjalanan hidup secara terus-menerus justru bisa membuat seseorang sulit menghargai kemajuannya sendiri.

Cobalah mengalihkan perhatian pada perkembangan pribadi. Misalnya, kemampuan apa yang sudah meningkat, kebiasaan baik apa yang mulai terbentuk, atau tantangan apa yang berhasil dilewati.

Jika media sosial sering memicu perasaan tidak nyaman, tidak ada salahnya membatasi waktu penggunaan atau memilih konten yang lebih sehat bagi kondisi emosional.

3. Belajar Menghargai Diri Sendiri

Baca Juga: Awas Skoliosis! 3 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Berdampak pada Kesehatan Tulang Belakang

Menghargai diri sendiri tidak harus menunggu pencapaian besar. Hal sederhana seperti menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, berani menyampaikan pendapat, atau mencoba sesuatu yang sebelumnya ditakuti juga layak diapresiasi.

Selain itu, cobalah berbicara kepada diri sendiri dengan cara yang lebih baik. Ketika melakukan kesalahan, hindari langsung memberikan label negatif pada diri sendiri. Berikan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki keadaan.

Dengan membiasakan diri mengenali kelebihan serta menghargai usaha yang sudah dilakukan, seseorang dapat membangun pandangan yang lebih seimbang terhadap dirinya sendiri.

4. Pilih Lingkungan yang Mendukung

Lingkungan pertemanan dan hubungan dengan orang terdekat dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya. Berada di sekitar orang yang terus meremehkan atau melontarkan komentar menyakitkan dapat membuat rasa tidak percaya diri semakin kuat.

Karena itu, penting untuk membangun hubungan yang memberikan ruang bagi setiap orang untuk berkembang tanpa harus merasa direndahkan. Cobalah berbicara dengan orang terpercaya ketika sedang menghadapi kesulitan.

Dukungan dari orang lain memang tidak langsung menyelesaikan semua masalah. Namun, memiliki tempat bercerita dapat membantu seseorang melihat situasi dari sudut pandang berbeda dan merasa tidak harus menghadapi semuanya sendirian.

5. Fokus pada Proses, Bukan Kesempurnaan

Tidak semua hal harus berjalan sesuai rencana. Ada kalanya seseorang melakukan kesalahan, mengalami kegagalan, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai target tertentu.

Daripada terus menuntut hasil sempurna, cobalah menetapkan tujuan yang realistis dan membaginya menjadi langkah-langkah kecil. Berikan ruang untuk beristirahat, belajar, serta memperbaiki kesalahan tanpa terus menyalahkan diri sendiri.

Jika perasaan insecure berlangsung lama hingga mengganggu aktivitas, hubungan, atau keseharian, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional kesehatan mental. Mendapatkan bantuan bukan berarti lemah, melainkan salah satu upaya untuk memahami diri sendiri dengan lebih baik.

Penutup

Pada akhirnya, merasa kurang sesekali bukan berarti seseorang benar-benar tidak memiliki kelebihan. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan diri, mulai dari pengalaman masa lalu hingga tekanan untuk memenuhi standar tertentu.

Belajar menerima kekurangan, menghargai proses, dan berhenti menjadikan kehidupan orang lain sebagai tolak ukur dapat menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri. Sebab, setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda dan tidak harus mencapai semuanya dalam waktu yang sama.

Editor : Bintang Pradewo
insecure merasa kurang