Pemkot Jaktim Tutup Akses Jalur Pinggir Rel Cegah Tawuran di Pondok Kopi

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menutup akses pagar atau tembok pembatas jalur rel kereta api yang selama ini rusak dan menjadi jalur keluar masuk pelaku tawuran.
"Untuk sementara, dilakukan penutupan sebagai langkah pencegahan, sembari berkoordinasi dengan pihak terkait, yaitu PT KAI (Kereta Api Indonesia) agar dilakukan perbaikan secara permanen," kata Lurah Pondok Kopi Sandy Adamsyah di Jakarta, Jumat (24/7).
Dia pun mengaku pihaknya bersama Bhabinkamtibmas, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dan TNI/Polri telah meninjau lokasi pagar yang rusak.
Menurut dia, akses melalui pagar rel kereta api yang rusak itu menjadi salah satu faktor yang memudahkan pelaku memasuki lokasi tawuran.
Terlebih, tawuran yang terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai beberapa waktu lalu itu melibatkan warga Kelurahan Pulogebang dan l Penggilingan, serta Kecamatan Cakung dengan warga Kelurahan Bintara, Kota Bekasi.
"Kami terus memperkuat langkah pencegahan tawuran di wilayah atau sepanjang Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit ini," ujar Sandy.
Selain itu, pihak kelurahan juga telah berkoordinasi dengan Kepala Stasiun Klender Baru, dan segera mengajukan surat kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian agar dilakukan perbaikan permanen pada pagar pembatas di sepanjang jalur rel wilayah Pondok Kopi.
Tak hanya penutupan akses, Pemerintah Kelurahan Pondok Kopi juga segera membentuk posko pemantauan terpadu di titik rawan tawuran.
Posko tersebut melibatkan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat untuk melakukan pengawasan secara bergiliran.
"Kami juga mengajak seluruh unsur di wilayah Pondok Kopi untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Nantinya, dibuat jadwal piket guna memantau wilayah yang rawan terjadi tawuran," tutur Sandy.






