JawaPos.com - Sebanyak 147 kepala keluarga di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) mulai merasakan dampak kekeringan.
Suplai air bersih terkendala hingga mengakibatkan krisis, sebagai dampak curah hujan yang menurun drastis beberapa pekan belakangan.
Kondisi itu semakin sulit karena debit air sumur dangkal milik warga setempat juga menyusut signifikan.
Sebagai solusi jangka pendek, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel telah mengerahkan armada truk tangki air bersih. Langkah itu diambil sebagai salah satu upaya penanganan darurat.
Baca Juga: Harga Emas Naik Terus, Berpeluang Tembus USD 4.000 per Troy
Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel TB Asep Nurdin, ratusan kepala keluarga yang terdampak kekeringan tersebar di 7 RT.
”Sebanyak 147 kepala keluarga di tujuh RT di Kelurahan Keranggan sekarang terdampak kekeringan. Sampai kemarin Pemkot Tangsel sudah menyalurkan kurang lebih 50 ribu liter air bersih,” kata Asep saat dikonfirmasi pada Jumat (24/7).
Asep memastikan bahwa Pemkot Tangsel akan terus menambah pasokan dan frekuensi distribusi air bersih ke lokasi terdampak kekeringan.
Armada truk tangki air bersih juga akan ditambah menyesuaikan dinamika kebutuhan warga.
Langkah itu disiapkan lantaran pemerintah sudah memprediksi kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dari biasanya.
”Kalau diperlukan, distribusi air bersih akan kami tambah,” ujarnya
Kepada seluruh warga Tangsel, Asep menyampaikan kembali bahwa informasi terkait kondisi terkini di wilayah tempat tinggal masing-masing sangat penting.
Dia memastikan, kanal informasi untuk menerima laporan dari masyarakat selalu terbuka. Setiap aduan bakal ditindaklanjuti. Termasuk yang terkait dengan kekeringan dan kebutuhan air bersih.
”Pemkot Tangsel memastikan negara hadir di tengah warga yang terdampak kemarau. Melalui integrasi layanan darurat dan kanal aduan resmi, kami memantau pergerakan kebutuhan air bersih secara real time.
Warga yang wilayahnya mulai mengalami krisis air dapat segera melapor melalui layanan call center atau kanal pemkot,” kata dia.
Baca Juga: AI Milik OpenAI Meretas Mandiri Perusahaan AI Lain
Asep memastikan bahwa laporan dari masyarakat segera ditindaklanjuti secepat mungkin. termasuk soal krisis air.
Selain solusi jangka pendek dan penanganan darurat, Pemkot Tangsel juga menyiapkan skema penanganan jangka menengah dan panjang. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur air bersih mandiri berkapasitas besar.
”Pemkot Tangsel berencana membangun sumur air dalam yang dilengkapi toren berkapasitas besar di wilayah terdampak, seperti model yang sudah berhasil dibangun dan difungsikan di Perumahan Pesona Serpong,” kata dia.
Agar penanggulangan kekeringan berjalan lebih optimal, koordinasi turut dilakukan bersama instansi terkait lain seperti BMKG dan pengelola Bendung Katulampa.
Koordinasi intens dilakukan untuk memastikan mitigasi penanganan masalah kekeringan berada di jalur yang tepat.
Baca Juga: Kinerja APBD Jakarta 2026: Ekonomi Tumbuh, Pengguna Angkutan Umum Tembus 230 Juta Orang
Di tengah situasi tersebut, Asep juga meminta masyarakat lebih bijak lagi dalam penggunaan air bersih.
”Kami mengimbau masyarakat memprioritaskan penggunaan air bersih bagi kebutuhan utama seperti konsumsi dan higiene dasar.
Penampungan air bantuan dari pemkot juga perlu dipastikan tertutup rapat guna mencegah munculnya sarang nyamuk. Apabila debit sumur mulai mengering, warga diharapkan segera melapor,” pesannya.
Editor : Bayu Putra