JawaPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganalisis adanya peningkatan potensi aktivitas hujan di wilayah DKI Jakarta.
Atas kondisi itu, Pemprov DKI memutuskan untuk kembali melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mencegah musibah banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkolaborasi dengan BMKG, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (RAI) untuk melakukan OMC itu mulai 14 hingga 21 Februari.
Juru bicara pelaksanaan kegiatan OMC tahun 2025 sekaligus Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI Michael Sitanggang mengatakan, OMC yang akan berlangsung selama 8 hari itu akan dilakukan dengan estimasi dua sorti penerbangan setiap harinya.
’’Langkah OMC diambil sebagai upaya merespon potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi hingga 21 Februari mendatang,’’ kata Michael.
Lebih lanjut, untuk pelaksanaan OMC yang sudah berjalan, untuk dua sorti penerbangan, ada sebanyak 1.600 kilogram NaCM food grade yang disemai. Dengan upaya tersebut, mereka berharap potensi banjir akibat curah hujan tinggi di Jakarta.
’’OMC sebelum-sebelumnya itu berhasil menurunkan curah hujan hingga 64 persen. Sementara untuk misi OMC kali ini, hari pertama itu menargetkan wilayah sasaran penyemaian di sekitar Selat Sunda dan Barat Laut Jakarta pada sorti pertama, sedangkan pada sorti kedua menyasar pada wilayah target Barat Daya Jakarta,” jelasnya..
Sementara itu, Supervisi Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Fikri Nur Muhammad menuturkan, sebaran akumulasi curah hujan selama 24 jam terakhir menunjukkan intensitas hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah perairan Utara Jakarta. Tidak hanya itu, pada dasarian II Februari 2025 terdapat pertumbuhan awan lebih dari 70 persen merata di wilayah Jawa bagian Barat termasuk DKI Jakarta.
’’Potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat secara umum memiliki potensi tinggi. Prediksi kelembapan udara di setiap lapisannya cukup lembab mencapai 90 persen,’’ terang Fikri. Dengan kondisi itu, operasi OMC yang sedang berlangsung bisa mencegah terjadinya banjir, yang bisa berdampak pada kerugian dan mobilitas masyarakat.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi