JawaPos.com – Di tengah terik matahari yang menyengat dan suhu udara yang mencapai titik tertinggi, Komisi A DPRD DKI Jakarta memberikan apresiasi atas kesigapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam melakukan mitigasi cepat lintas sektor.
Upaya ini dilakukan untuk menghadapi dampak cuaca panas ekstrem yang diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan berlangsung hingga awal November 2025. Fokus utama dari upaya ini adalah menjaga kesehatan dan keselamatan warga, mengingat suhu udara di Jakarta tercatat mencapai 35 derajat Celsius.
Menurut BMKG, posisi matahari yang condong ke selatan menjadi penyebab utama cuaca panas ekstrem ini. Selain itu, faktor angin kering dari monsun Australia serta minimnya pembentukan awan di masa pancaroba turut memperparah kondisi tersebut.
Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono, menyampaikan dukungannya terhadap langkah cepat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam menjalankan strategi mitigasi. Strategi tersebut meliputi modifikasi cuaca, peningkatan kesiapsiagaan layanan kesehatan, penyemprotan water mist, hingga penerapan SOP Suhu Darurat di sekolah.
’’Merupakan langkah yang tepat karena panas ekstrem sudah menimbulkan dampak langsung bagi kesehatan warga,” ujar Mujiyono, kemarin (20/10).
Mujiyono menambahkan, cuaca panas saat ini bukan hanya sekadar membuat gerah, tetapi jika dibiarkan dapat menyebabkan dehidrasi, heatstroke, hingga gangguan jantung, terutama bagi anak-anak, lansia, dan pekerja lapangan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengingatkan bahwa paparan panas ekstrem dapat mengganggu fungsi otak dan organ vital manusia.
Politisi dari Partai Demokrat ini menekankan perlunya kerja nyata lintas sektor dalam menghadapi kondisi ini, melibatkan BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, hingga jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan.
’’Yang terpenting, warga merasakan kehadiran pemerintah di saat mereka butuh perlindungan,” tuturnya.
Mujiyono juga mendorong Pemprov DKI untuk menyiapkan tempat teduh, shelter sejuk, dan air minum gratis di area publik seperti pasar, halte, dan RPTRA. Menurutnya, pekerja yang terpapar langsung panas matahari perlu penyediaan ruang aman untuk beristirahat, seperti petugas kebersihan, pengemudi ojek online, dan pedagang kaki lima.
’’Pemerintah harus hadir dengan langkah dan aksi nyata, karena keselamatan dan kesehatan warga Jakarta adalah fokus utama kita,” pungkas Mujiyono.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi