Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Pemprov DKI Pastikan Stok Daging Aman Jelang Nataru, Dirut Dharma Jaya: Siapkan Stok Daging Sapi hingga Ayam 

Masria Pane • Sabtu, 13 Desember 2025 | 11:58 WIB
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman.

JawaPos.com – Pemprov DKI terus memastikan ketersediaan pangan jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Utamanya, untuk daging yang kerap terjadi lonjakan untuk perayaan Nataru tersebut. Untuk ketersediaan stok daging tersebut, Pemprov DKI sudah menugaskan salah satu BUMD pangannya, yakni Perumda Dharma Jaya.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman mengakui, setiap perayaan hari Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), permintaan daging meningkat. Oleh karena itu, mereka selalu menyiapkan stok yang lebih dari biasanya. Baik itu daging sapi, daging ayam, maupun stok ikan. 

''Berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada peningkatan permintaan. Makanya, kami telah siapkan strategi  dengan mengamankan stok eksisting dan cadangan,'' terangnya.

Adapun stok yang disiapkan itu meliputi 1.000 ton daging sapi, 500 ton daging ayam, dan lebih dari 300 ton ikan. ''Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan Nataru, bahkan sampai Ramadan dan Idulfitri,'' imbuhnya.

Sementara untuk kebutuhan daging berdasar proyeksi mereka yakni rata-rata 6.000 ton per bulan, atau meningkat 10–15 persen dari hari biasa. ''Saat ini, sudah terlihat ada peningkatan signifikan dari hari biasa. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir, stok daging untuk Nataru aman,'' katanya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta Suharini Eliawati menuturkan, untuk memastikan stok daging aman, Dharma Jaya sudah bekerjasama dengan beberapa daerah, termasuk wilayah Indonesia bagian timur. ''Langkah itu merupakan upaya BUMD dalam menjaga stabilitas pangan jelang Nataru. Terutama di tengah tantangan cuaca dan dinamika produksi nasional,'' ujarnya.

Suharini mengakui, kebutuhan daging di Jakarta sebagian besar masih ditopang impor, termasuk dari Australia. Karena itu, kerja sama bisnis antar pelaku usaha (B2B) serta pola kontrak beli putus menjadi langkah strategis menjaga keberlanjutan pasokan.

Lebih lanjut, Suharini juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Menurutnya, stok pangan strategis di Jakarta tetap aman meski terjadi lonjakan permintaan saat Nataru. ''Akhir tahun ini, kondisi pangan strategis kita relatif cukup. Mulai dari beras, telur, cabai, bawang merah dan putih, gula, minyak goreng, daging ayam dan sapi. Jadi, masyarakat jangan panic buying karena stok aman,'' imbuhnya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Dharma Jaya #Raditya Endra Budiman #pemprov dki