JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) kembali mendukung kelancaran arus mudik. Kali ini dalam momen libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dukungan tersebut diwujudkan lewat surat edaran untuk masjid yang berada di jalur mudik. Isinya, meminta pengelola atau takmir masjid membuka akses untuk pemudik beristirahat.
Instruksi supaya masjid membuka layanan istirahat itu sebelumnya sudah diterapkan saat momen libur lebaran. Banyak pemudik yang memanfaatkan layanan tersebut. Termasuk sopir-sopir, beristirahat sejenak di masjid, sebelum melanjutkan perjalanannya.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan, layanan tersebut bukan lagi seruan. Tetapi sudah ada surat edarannya.
Kebijakan itu mendapat apresiasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena berkontribusi menekan kecelakaan di jalur mudik.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Tegaskan Ekoteologi Bukan Sekadar Menanam Pohon
Pada momen libur panjang Nataru kali ini, ada 6.859 masjid di sepanjang jalur mudik di 27 Provinsi yang membuka layanan istirahat bagi para pemudik. Dia berpesan agar layanan sebagai tempat istirahat itu tidak berjalan begitu saja. Tetapi benar-benar memberikan layanan terbaik.
’’Mohon disiapkan kopi. Jangan sampai sopir mengemudi dalam keadaan mengantuk, karena bisa berbahaya,’’ tuturnya.
Nasaruddin mencontohkan kasus kecelakaan bus di Semarang, Jawa Tengah, yang menelan korban jiwa belasan penumpang.
Nasaruddin menyadari bahwa pada momen libur Nataru kali ini, perjalanan banyak dilakukan oleh masyarakat non muslim. Tetapi dia menegaskan, masjid tetap bisa jadi tempat istirahat masyarakat non muslim yang sedang mudik. Dia mengatakan, masjid atau rumah ibadah adalah rumah kemanusiaan.
’’Contohnya di Masjid Istiqlal saat ini sudah menjadi rumah besar kemanusiaan,’’ katanya. Siapapun boleh berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta. Bahkan pada 2024 lalu, Paus Fransiskus berkunjung ke Masjid Istiqlal. Dia disambut Nasaruddin yang saat itu belum jadi Menteri Agama. (wan/oni)
Editor : Arief Indra Dwisetyadi