JawaPos.com - Petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi sampai saat ini masih menjalani karantina di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf memantau langsung pelaksanaannya. Dia bersyukur petugas yang berasal dari berbagai instansi sudah semakin kompak.
Catatan tersebut disampaikan Irfan dalam pertemuan Penguatan Tata Kelola dan Penyerahan Anggaran Operasional Haji 2026 di Jakarta (14/1).
Dia mengatakan secara khusus meninjau pelaksanaan pelatihan para calon petugas haji itu. Mereka digembleng supaya siap menjalani tugas yang cukup berat selama di Saudi kelak. "Saya dari pagi ke sana (Asrama Haji Pondok Gede) saya lihat, saya pantau apa makanannya, sarapannya tadi," katanya.
Baca Juga: Minat Anak Muda Belajar Ilmu Hisab dan Rukyat Turun, Ini yang Bakal Dilakukan Kemenag!
Irfan menceritakan selama digembleng para petugas haji menjalani pelatihan fisik, kedisiplinan, dan kekompakan. Aspek kekompakan itu penting. Pasalnya para petugas haji itu berangkat dari beragam instansi dan unsur masyarakat. Selain itu mereka juga dibekali pengetahuan tentang kondisi medan pelayanan haji. Termasuk juga pembekalan bahasa Arab dasar, untuk mendukung komunikasi dengan otoritas di Saudi.
Irfan bersyukur sudah melihat kekompakan para petugas haji. "Mereka tadi saya lihat berdiskusi sambil ngopi pagi," katanya. Irfan menegaskan kekompakan itu sangat penting. Karena membantu suksesnya pelayanan kepada jemaah haji selama di Saudi.
Irfan juga menyinggung arahan Presiden Prabowo Subianto supaya jumlah petugas haji dari personel TNI dan Polri diperbanyak. Tahun sebelumnya jumlah petugas haji dari unsur TNI Polri sekitar 70 orang. "Hari ini kita tambah jadi 170 sekian orang," tuturnya.
Dengan penambahan itu, diharapkan layanan jemaah haji khususnya dalam kondisi darurat bisa berjalan secara optimal.
Dalam kesempatan itu Irfan mengatakan untuk pertama kalinya digelar pelaksanaan penyerahan anggaran haji kepada Kanwil Kemenhaj Provinsi. Sekaligus dilakukan penandatanganan pakta integritas. Irfan mengingatkan dana yang diserahkan itu murni uang jemaah. Maka jangan sampai ada sepeser Rupiah yang dikorupsi.
"Mari kita gunakan dana ini secara akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan," katanya.
Pasalnya jemaah tidak mudah mengumpulkan dana haji tersebut. Ada yang harus bertahun-tahun mengumpulkan hasil usahanya. Supaya bisa terkumpul untuk daftar haji dan pelunasannya.
Dirjen Pengembangan Ekosistem Haji dan Umrah Kemenhaj Jaenal Efendi mengatakan dana yang disalurkan itu murni uang jemaah haji. Bukan APBN Kemenhaj. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan perhajian. Seperti layanan manasik haji dan sejenisnya. Anggaran akan disalurkan secara bertahap. Menyesuaikan serapan yang dijalankan oleh tiap-tiap Kanwil atau Kantor Kemenhaj.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi