JawaPos.com – Pemprov DKI Jakarta kian serius menggarap visi menjadikan ibu kota sebagai Kota Sinema (A City of Cinema). Target itu diharapkan terwujud bertepatan dengan usia Jakarta yang genap 500 tahun pada 2027.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menghadiri kick-off Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026, di Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat, Selasa (3/2). Menurut Rano, festival film anak muda itu menjadi langkah strategis memperkuat subsektor perfilman dan konten audiovisual di Jakarta.
“Film memiliki kekuatan besar untuk membangun kesadaran, membentuk karakter, sekaligus memperkuat identitas bangsa,” ujar Rano.
Dia berharap dari Jakarta akan lahir karya-karya film yang merepresentasikan keberagaman dan dinamika kota. Rano juga optimistis Jakarta Youth Film Festival dalam dua tahun ke depan dapat berkembang menjadi festival bertaraf internasional.
“Film itu lintas batas. Saya yakin Jakarta Youth Film Festival bisa menjadi Youth International Film Festival,” tegasnya.
Untuk mewujudkan impian sebagai Kota Sinema, Jakarta disebutkannya tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan festival atau produksi film semata. Tetapi juga memperkuat regulasi serta menyediakan fasilitas bagi industri film. “Seluruh upaya ini menjadi fondasi agar ekosistem perfilman Jakarta tumbuh lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Jakarta Kota Sinema bukan sekadar slogan, tetapi agenda pembangunan kota,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Iwan Setiawan menuturkan, JYYF itu merupakan festival film yang ditujukan bagi pelajar dan mahasiswa Jabodetabek. Kegiatan itu merupakan kolaborasi Bank Indonesia DKI Jakarta dengan Pemprov DKI dalam mendukung visi Jakarta sebagai Kota Sinema 2027.
“Ini ide orisinal pak wagub, dan kami eksekusi karena BI ingin mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta serta visi Pemprov DKI,” ujarnya.
Iwan menilai sektor film memiliki multiplier effect yang besar bagi perekonomian. Mulai dari sektor makanan dan minuman, transportasi, perhotelan, hingga rumah produksi.
“Kegiatan ini akan membuka ruang dan peluang kerja bagi anak muda, utamanya generasi milenial, dan Gen Z,” tambahnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi