JawaPos.com – Layanan bus Transjakarta khusus perempuan kini semakin berkembang dengan hadirnya fitur pelacakan melalui aplikasi TJ: Transjakarta. Sekarang, pelanggan dapat mengetahui posisi bus secara real-time tanpa harus menebak-nebak atau menunggu lama kehadiran bus di halte. Fitur ini menjadi langkah baru dalam upaya peningkatan keamanan dan kenyamanan penumpang wanita.
Bus khusus perempuan merupakan layanan yang sudah diperkenalkan sejak 21 April 2016, bertepatan dengan Hari Kartini. Armada ini identik dengan warna pink yang menjadikannya berbeda dari Transjakarta pada umumnya. Kehadirannya memiliki tujuan utama untuk mengurangi resiko pelecehan di transportasi publik.
Layanan ini sempat mengalami beberapa kali penyesuaian operasional, termasuk saat pandemi, sebelum kembali beroperasi pada 2022. Transjakarta kemudian memperluas jangkauan layanan di beberapa rute secara berkala. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi umum yang lebih aman dan nyaman, khususnya bagi perempuan.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Botol, Tumbler Kini Jadi Lifestyle Saat Beraktivitas
Sejak beroperasi kembali, bus pink ini terus mengalami perbaikan, baik berupa perluasan jangkauan maupun penambahan armada, yang terbagi dalam beberapa tahap. Pada tahap I, sebanyak 15 armada bus dioperasikan mulai 2023 dan menjangkau lima koridor Transjakarta. Koridor tersebut meliputi Koridor 2 (Pulogadung - Harmoni), Koridor 3 (Kalideres - Pasar Baru), Koridor 13 (Ciledug - Tendean), serta rute PGC - Harmoni (5C) pada tahap selanjutnya.
Keberadaan bus ini tidak menggantikan atau mengurangi layanan reguler, melainkan menjadi opsi alternatif bagi penumpang perempuan. Tarif yang dikenakan juga sama dengan layanan Transjakarta pada umumnya. Kini, Transjakarta khusus perempuan juga dapat dilacak melalui aplikasi TJ: Transjakarta, seperti layanan TJ reguler.
Selain melihat lokasi bus secara real-time, pengguna juga bisa mengetahui estimasi waktu kedatangan bus dan ketibaannya di halte tujuan. Informasi tambahan seperti detail halte dan jalur perjalanan tersedia dalam satu tampilan. Informasi pada tampilan tersebut juga mencakup nomor body bus.
Baca Juga: Aksi Nyata Berbuah Besar Isu Ikan Sapu-sapu di Jakarta Jadi Sorotan
Pelacakan bus Transjakarta tersebut dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana sebagai berikut:
-
Buka aplikasi TJ: Transjakarta di ponsel. Pastikan aplikasi yang terinstal merupakan versi terbaru.
-
Pilih Menu “Bus Stop & Route” untuk mencari rute perjalanan yang diinginkan.
-
Setelah memilih rute, pengguna dapat melihat detail perjalanan, termasuk halte yang dilalui, posisi bus secara real-time, hingga estimasi waktu ketibaan bus.
Bus khusus perempuan dapat dikenali melalui ikot pita yang muncul di peta aplikasi. Penanda ini memudahkan pengguna membedakan antara armada bus reguler dengan bus khusus perempuan. Dengan begitu, pengguna dapat memilih Transjakarta yang akan ditumpangi sesuai kebutuhan.
Selain menyediakan armada bus khusus perempuan, pihak Transjakarta juga menerapkan sistem zona khusus di dalam bus reguler. Umumnya, area bagian depan hingga pintu tengah dikhususkan bagi penumpang perempuan. Beberapa armada low deck tidak memiliki batasan fisik terkait Ruang Khusus Wanita, namun petugas atau pramudi seringkali tetap menerapkannya, terutama pada kursi depan.
Baik armada bus khusus perempuan maupun zona khusus pada bus reguler merupakan respon tanggap Transjakarta terhadap tingginya kasus pelecehan di transportasi umum. Banyak dari korbannya merupakan perempuan dan resiko semakin tinggi pada jam-jam sibuk. Oleh karena itu, kebijakan pemisahan ruang ini menjadi solusi yang mulai gencar diterapkan secara bertahap.
Dengan upgrade teknologi pelacakan, Transjakarta menjadi layanan transportasi umum yang lebih modern, inklusif, serta responsif terhadap kebutuhan penggunanya. Kini, masyarakat bisa merencanakan perjalanan dengan pasti dan efisien, sekalipun ingin menggunakan armada bus khusus perempuan. Inovasi ini juga menjadi wujud komitmen Transjakarta dalam menyediakan transportasi publik yang ramah dan aman bagi perempuan.
Editor : Bintang Pradewo