JawaPos.com – Perkembangan zaman membuat keberadaan penjual makanan tradisional semakin berkurang, terutama di tengah maraknya kuliner modern dari luar negeri. Meski begitu, tren jajanan pasar kembali menarik perhatian setelah banyak inovasi yang mengemas kue tradisional dengan tampilan kekinian. Kondisi ini menunjukkan bahwa kue tradisional belum sepenuhnya ditinggalkan, melainkan beradaptasi dengan selera baru.
Di sisi lain, sebagian masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z awal, justru tetap memilih jajanan pasar karena nilai nostalgia dan cita rasa autentiknya. Kue ape, klepon, arem-arem, hingga kue lapis kembali populer dan banyak diburu, baik di pasar tradisional maupun gerai modern. Beragam jajanan tradisional tersebut masih bisa Kamu temukan di sejumlah titik di Jakarta, berikut beberapa diantaranya..
-
Sari Sari di Sarinah
Sari Sari adalah satu titik yang menjajakan ratusan jenis jajanan pasar tradisional tapi gerainya berada di dalam area mall. Toko kue ini merupakan pusat jajanan pasar yang terkenal di Bandung dan sudah buka sejak 1967. Di Jakarta, Sari Sari dapat ditemukan di dalam Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, tepatnya berada di Lantai Basement.
Berbeda dari toko kue di mall pada umumnya yang memiliki harga “premium”, Sari Sari masih menjual berbagai kue sebagaimana harga di pasar tradisional. Kamu bisa menjumpai setidaknya 200 jenis jajanan “jadul” mulai dari harga Rp2.000. Selain dalam bentuk satuan potong, toko ini juga menjual kue utuh, seperti Lapis Legit, dan paket kue nampan.
-
Sentra Kue Subuh, Senen
Pasar Kue Subuh yang ada di kawasan Senen merupakan salah satu titik yang akhir-akhir ini menjadi viral. Seperti namanya, Kamu bisa menemukan berbagai jenis jajanan pasar dan makanan tradisional lain mulai dari waktu Subuh hingga pagi. Beberapa pengunjung bahkan mengatakan jika beberapa kue hanya tersedia dari dari jam 1 dini hari dan habis saat Subuh.
Berbeda dengan Sari Sari, di sini kue-kue dijual dari pedagang yang berbeda tapi terkumpul di satu area. Banyak pedagang yang menjual kue tradisional seperti putu ayu, apem, lemper, dan banyak lainnya hingga kue utuh seperti bolu dan kue lapis juga bisa dijumpai di pasar ini. Sentra Kue Subuh ini juga menjadi supplier untuk toko-toko kue lain di Jakarta.
-
Lantai Basement Pasar Jatinegara
Berbeda dari dua lokasi sebelumnya yang mayoritas menjual kue basah, di tempat ini Kamu bisa menemukan berbagai camilan kering dan kue-kue toples. Di Pasar Jatinegara, tepatnya di Lantai Basement, terdapat beberapa kios yang terkenal, seperti Toko Kue Sinar Jaya, Sukajadi, dan Toko Kue Kering Suka Rasa. Baik camilan ringan maupun kue-kue kering bisa dibeli secara kiloan atau per toples.
Lokasi ini biasanya dipenuhi pelanggan saat momen Ramadhan atau sebelum Lebaran, karena banyak yang mencari kue untuk disajikan kepada tamu. Puluhan hingga ratusan jenis makanan bisa dijumpai, mulai dari cemilan jadul hingga kue kering lebaran. Selain itu, saat berbelanja di Pasar Jatinegara, umumnya pelanggan akan diberikan tester kue yang ingin dibeli.
-
Pasar Mayestik, Jakarta Selatan
Seperti di Jatinegara, Pasar Mayestik juga terkenal dengan kios-kios penjual cemilan dan kue kering jadul. Akan tetapi, masih banyak yang belum mengetahui bahwa di kawasan tersebut masih terdapat penjual kue-kue basah khas pasar tradisional, seperti Toko Kue 34. Toko ini menjual berbagai varian kue basah, seperti hunkwe, klepon, kue talam, hingga paket kue tampah.
-
Pasar Kue Subuh Blok M Square
Serupa dengan yang ada di Senen, di depan Blok M Square juga ada pasar kue yang hanya buka dari dini hari hingga pagi. Meskipun terkenal sebagai pusat tempat viral, pasar subuh ini justru belum banyak diketahui oleh anak muda. Jajanan yang dijual di sini cukup lengkap, mulai dari berbagai kue basah tradisional, kue kering khas lebaran, bolu, hingga bermacam gorengan seperti risol, tahu, dan pastel.
Berbagai jajanan khas pasar tradisional terkadang tidak hanya membawa rasa yang otentik tapi juga kenangan tentang masa-masa dahulu. Hal ini yang membuat eksistensinya belum pudar meskipun zaman telah berkembang pesat. Kehadiran lokasi-lokasi ini di Jakarta selain memenuhi permintaan pembeli juga bisa menjadi bentuk dukungan bagi UMKM lokal.
Editor : Bintang Pradewo