Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Dokter Internship Lompat dari Lantai 18 Apartemen Kalibata Jaksel, Polisi Dalami Motif

Ryandi Zahdomo • Senin, 27 Juli 2026 | 17:52 WIB
Ilustrasi apartemen. (dok. JawaPos.com)
Ilustrasi apartemen. (dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Seorang dokter internship berinisial SZM meninggal usai diduga melompat dari lantai 18 apartemen di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (26/7).

Hingga kini pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik insiden tragis tersebut.

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengungkapkan, sebelum kejadian, korban diketahui hanya berada di dalam unit apartemen seorang diri.

Awalnya, korban tinggal bersama sang ibu di unit tersebut. Namun, saat diajak bepergian ke pusat perbelanjaan, korban menolak dan memilih untuk tetap berada di kamar.

Baca Juga: DPRD Dorong Bank Bandung Jadi Penggerak Ekonomi, Soroti Pengawasan hingga Minimnya Pengenalan Publik

"Ibunya mengajak pergi ke mall, namun si korban tidak mau dan bertahan di unit," ujar Kompol Mansur, Senin (27/7).

Pintu Dikunci dari Dalam, Tubuh Nyangkut di Balkon

Setelah sang ibu berangkat, SZM diduga langsung mengunci pintu dari dalam. Tidak lama kemudian, peristiwa naas itu terjadi. Korban diduga melompat keluar melalui jendela unitnya.

Dalam proses jatuh dari lantai 18, tubuh korban dilaporkan tidak langsung menghantam lantai dasar, melainkan sempat tertahan di area struktur bangunan.

"Si korban sempat nyangkut di balkon," terang Mansur.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 14.30 WIB untuk melakukan tindakan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga: Kakak Beradik Tewas Terjebak Kebakaran Saat Api Melalap Rumah di Pulomas

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan medis lanjutan.

Polisi Belum Bisa Dobrak Pintu Kamar Korban

Hingga saat ini, proses penyelidikan di dalam unit apartemen masih menghadapi kendala teknis.

Pintu unit tidak bisa dibuka dengan kunci cadangan karena kunci utama masih menancap dari dalam.

Pihak kepolisian bersama pengelola apartemen memilih untuk tidak mendobrak pintu secara paksa demi menghormati prosedur dan menunggu persetujuan dari pihak keluarga.

"Kunci menyangkut di pintu itu, masih di dalam. Jadi dikunci dari luar pun tidak bisa. Kami dan security belum berani buka paksa, masih menunggu pihak keluarga," jelasnya.

Baca Juga: Keributan di Jalan Matraman dan Jalan Tambak: 7 Orang Resmi Jadi Tersangka, 1 Meninggal

Dalami Motif dan Buka Peluang Perluas Penyelidikan

Terkait dengan rumor atau spekulasi motif, termasuk kemungkinan tekanan pekerjaan yang kerap menjadi sorotan pada profesi tenaga medis, polisi menegaskan belum bisa mengambil kesimpulan.

Pemeriksaan mendalam terhadap keluarga korban juga belum dilaksanakan mengingat situasi keluarga yang masih dalam suasana duka.

"Sampai detik ini kami belum bisa minta keterangan keluarga yang pasti sedang berduka. Jadi belum ada informasi apa pun terkait tekanan pekerjaan atau hal lain," tegas Mansur.

Meski demikian, pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas insiden ini melalui penelusuran bukti-bukti pendukung, seperti pemeriksaan saksi sekitar, rekam jejak komunikasi, hingga rekaman CCTV apartemen.

Jika nantinya ditemukan indikasi unsur pidana atau faktor luar yang memicu insiden tersebut, kepolisian siap memperluas cakupan penyidikan.

Baca Juga: Menkes Budi Ungkap Kunci Warga DKI Capai Harapan Hidup 80 Tahun: Gaya Hidup Aktif

 

Editor : Bayu Putra
dokter internship meninggal bunuh diri polsek pancoran lompat dari Lantai 18 apartemen kalibata