JawaPos.com - Bau mulut yang tidak sedap memang sering bikin kepercayaan diri menurun, apalagi saat kita harus mengobrol atau berinteraksi dengan orang lain dari jarak dekat. Rasa ragu dan canggung bisa saja muncul karena khawatir lawan bicara merasa tidak nyaman dengan aroma napas kita. Akibatnya, kita jadi tidak bebas saat mau bicara lepas, bahkan kerap kali jadi serba salah di tengah-tengah obrolan.
Dilansir dari Kemenkes, bau mulut atau halitosis bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga, penumpukan bakteri dan sisa makanan, mulut kering, hingga masalah pada gigi dan gusi. Selain itu, kebiasaan merokok dan konsumsi makanan beraroma tajam seperti bawang putih dan bawang bombai juga bisa memengaruhi bau napas.
Kabar baiknya, kondisi ini bukan masalah permanen yang harus dibiarkan begitu saja. Lewat perbaikan rutinitas harian, kamu bisa mengatasi kondisi ini. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut cara menghilangkan bau mulut yang bisa kamu terapkan!
1. Jaga Kebersihan Gigi dan Mulut
Salah satu langkah awal untuk mengatasi bau mulut adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut. Sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak dan memicu aroma napas yang tidak sedap. Kalau tidak dibersihkan secara rutin, plak juga bisa menumpuk dan meningkatkan risiko gigi berlubang serta penyakit gusi.
Dilansir dari Kemenkes, bau mulut bisa berkaitan dengan aktivitas bakteri anaerob di dalam mulut yang menghasilkan senyawa sulfur beraroma tidak sedap. Untuk membantu mengurangi bau mulut ini, biasakan menyikat gigi dua kali sehari, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur. Jangan lupa juga untuk membersihkan permukaan lidah secara perlahan karena area ini juga bisa menjadi tempat menumpuknya bakteri penyebab bau mulut.
2. Gunakan Benang Gigi (Dental Floss)
Banyak dari kita menganggap bahwa menyikat gigi saja sudah cukup, padahal bulu sikat terkadang sulit menjangkau sela-sela gigi yang sempit, sehingga sisa makanan dan plak masih bisa tertinggal. Kalau dibiarkan menumpuk, kondisi ini bisa memicu munculnya bau mulut.
Alodokter menyebut penggunaan benang gigi atau dental floss membantu membersihkan sisa makanan dan plak yang tidak terjangkau oleh sikat gigi. Kamu bisa gunakan benang gigi sekali setiap hari dengan gerakan lembut supaya tidak membuat gusi terluka. Dengan menambahkan flossing ke rutinitas perawatan mulutmu, kebersihan gigimu pun bisa terjaga dengan lebih menyeluruh dan bau mulut bisa dihindari.
3. Perbanyak Minum Air Putih
Mulut yang terasa kering juga bisa menjadi salah satu penyebab napas kurang segar. Kondisi ini bisa terjadi ketika produksi air liur berkurang, padahal air liur berperan membantu membilas sisa makanan dan menjaga kebersihan rongga mulut. Karena itu, mencukupi kebutuhan cairan setiap hari bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga kelembapan mulut.
Dilansir dari Kemenkes, menjaga kelembapan mulut dengan rutin minum air putih sekitar delapan gelas sehari sangat dianjurkan untuk mengatasi penurunan produksi air liur. Langkah ini penting karena bisa membantu menjaga gusi tetap basah sehingga bakteri dan sisa makanan tidak mudah menumpuk. Dengan rajin minum air putih, kamu bisa mencegah mulut kering dan napasmu bisa terasa jauh lebih segar seharian.
4. Berkumur Dengan Obat Kumur Bebas Alkohol
Selain menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi, kamu juga bisa menggunakan obat kumur sebagai pelengkap perawatan mulutmu. Selain membantu membersihkan rongga mulut, produk ini juga bisa menjadi pilihan untuk membantu mengatasi bau napas yang mengganggu.
Alodokter menyebutkan penggunaan obat kumur bisa membantu mengurangi jumlah bakteri dan menyegarkan napas, namun disarankan untuk memilih produk yang bebas alkohol karena obat kumur yang mengandung alkohol bisa membuat mulutmu terasa lebih kering sehingga berpotensi memperburuk bau napas. Karena itu, jangan lupa perhatikan kandungan obat kumur sebelum menggunakannya. Pilih produk yang sesuai dengan kondisi mulutmu agar perawatan sehari-harimu terasa lebih nyaman.
5. Bersihkan Karang Gigi
Melakukan perawatan mulut sederhana di rumah seperti menyikat gigi secara rutin memang penting untuk menjaga kebersihan mulut, tetapi kebiasaan ini tidak cukup untuk menghilangkan karang gigi yang sudah mengeras. Karang gigi ini terbentuk dari plak yang menumpuk di permukaan gigi dan lama-kelamaan mengeras. Kalau dibiarkan, penumpukannya bisa memicu bau mulut sekaligus meningkatkan risiko masalah pada gusi.
Dilansir dari Healthline, karang gigi yang sudah mengeras perlu dibersihkan oleh dokter gigi karena tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi. Dokter bisa melakukan scaling untuk mengangkat karang gigi yang menempel. Karena itu, sebaiknya jangan abaikan karang gigi yang sudah menumpuk, terutama kalau bau mulut masih mengganggu meskipun kamu sudah rutin merawat gigi dan mulut di rumah.
Menjaga kesegaran napas sebenarnya bukan hal yang rumit kalau kamu konsisten merawat kebersihan mulut setiap hari. Mulai dari kebiasaaan sederhana seperti menyikat gigi dan lidah, melakukan flossing, hingga menjaga kelembapan mulut, semua langkah ini memegang peranan penting untuk mencegah bakteri penyebab bau mulut berkembang biak.
Namun, kalau kamu sudah menerapkan semua langkah perawatan di atas tapi masalah bau mulut masih tetap bertahan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter gigi atau fasilitas kesehatan terdekat. Bau mulut yang kronis bisa jadi menandakan adanya masalah kesehatan lain yang memerlukan penanganan medis secara intensif. Jadi, jangan ragu untuk periksakan diri supaya kamu bisa mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat sesuai kebutuhanmu.
Editor : Bintang Pradewo