JawaPos.com - Pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan H.R. Rasuna Said mulai dilakukan sejak 14 Januari 2026. Rencananya, pembongkaran dan penataan di sana dijadwalkan rampung pada September mendatang.
Namun, penataan itu tampaknya bisa lebih cepat rampung. Hal itu disampaikan Gubernur DKI Pramono Anung di Balai Kota, Jakarta Pusat, kemarin (24/2).
‘’Tiang monorel berjumlah 109 itu per Sabtu (21/2) kemarin sudah semuanya terpotong dan dirapikan,’’ terang Pramono.
Tiang-tiang beton yang mangkrak selama 22 tahun itu selama ini menjadi pemandangan tak sedap saat melintasi kawasan di Kuningan itu. Setelah dibongkar, Pemprov DKI melalui Dinas Bina Marga akan melanjutkan pembangunan kawasan, mulai dari penataan pedestrian, perbaikan saluran air, hingga penataan taman.
Pramono mengakui, fokus utama mereka saat ini adalah merampungkan penataan koridor Rasuna Said terlebih dahulu. Dia bahkan menargetkan wajah baru kawasan tersebut akan terlihat saat peringatan hari jadi ke-499 Jakarta.
‘’Mudah-mudahan, tanggal 22 Juni itu pas 499 tahun Jakarta sudah selesai semuanya, wajah Rasuna Said sudah berbeda,’’ katanya.
Sementara untuk keberadaan tiang monorel di kawasan Senayan, akan dilakukan pembongkaran juga. Namun, Pemprov masih akan melakukan kajian lebih lanjut. ‘’Senayan, nanti kami pelajari ya,’’ imbuhnya.
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, penataan kawasan maupun pedestrian merupakan komitmen Pemprov DKI. Oleh karena itu, setelah penataan dilakukan, Pemprov DKI akan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dan UMKM liar di Jakarta. Termasuk kawasan Rasuna Said nantinya.
‘’Kami meminta kepada jajaran Satpol PP untuk melakukan penertiban kepada PKL-PKL, apakah itu PKL liar maupun binaan, termasuk ojol untuk tidak sembarangan memarkir kendaraan ataupun dagangannya di tempat-tempat yang akan ditata oleh Pemprov DKI,’’ katanya.
Editor : Bintang Pradewo