Hindari Penumpukan Kendaraan, Akses Stasiun Jurangmangu Ditata
Muhtamimah• Jumat, 16 Mei 2025 | 20:14 WIB
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Tangsel Martha Lena.
JawaPos.com - Kawasan Stasiun Jurangmangu, Sawah Lama, Ciputat, kerap terjadi penumpukan kendaraan. Karena itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel pun melakukan rekayasa lalu lintas.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Tangsel Martha Lena mengatakan, pihaknya telah melakukan penatan pada akses masuk dan keluar Stasiun Jurangmangu. Penataan tersebut sudah dilakukan sejak 6 Mei 2025.
"Karena jalannya kerap kali crowded dan mengunci saat pergi dan pulang. Oleh karena itu, kita coba melakukan penataan ke dalamnya," ungkap Martha di wilayah Serpong, KAmos (15/5).
Dia menjelaskan, penataan tersebut dilakukan karena selama ini kerap terjadi kemacetan di ruas Jalan Cendrawasih Raya. Kendaraan mengular cukup panjang.
"Berdasarkan fluktuasi volume lalu lintas Jalan Cenderawasih Raya didapat bahwa pada peak pagi pukul 07.00-08.00 WIB, volume kendaraan mencapai 1.276 per jam dan pada peak sore pukul 16.00-17.00 WIB volume kendaraan mencapai 1.375 per jam," terangnya.
Dari hasil analisanya, terdapat sejumlah kondisi tertentu yang menyebabkan penumpukan kendaraan tak dapat dihindarkan. Salah satunya, yaitu banyaknya pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang menunggu antar jemput di sekitar stasiun.
Tak hanya itu, penumpukan kendaraan juga kerap terjadi akibat arus keluar masuk kendaraan secara bersamaan. Hal itu menyebabkan konflik lalu lintas di sekitar lokasi.
"Kemudian juga sulitnya kendaraan melakukan manuver kendaraan di area drop off Stasiun Jurangmangu," ucapnya.
Dalam menangani itu, Dishub Tangsel telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Mulai dari kewilayahan, PT. KAI, TNI/Polri, hingga perumahan yang ada di sekitar lokasi tersebut.
Martha mengatakan, pihaknya telah melakukan pemasangan barrier sepanjang 95 meter untuk memisahkan lajur dan mengarahkan arus lalu lintas. Lalu memasang rambu yang berisikan larangan berhenti, larangan parkir, larangan masuk, petunjuk masuk, dan petunjuk area drop off dengan spanduk untuk sementara.
"Kawasan stasiun Jurangmangu, aksesbilitasnya sudah kita rapihkan dengan memasang rambu permanen. Rambunya lagi kita siapkan," katanya.
Martha memaparkan, untuk optimalisasi jalan, keberadaan PKL juga ditata sedemikian rupa. Serta membuat sirkulasi arus lalu lintas keluar dan masuk satu arah, yakni dari arah Jalan Stasiun Jurangmangu diberlakukan satu arah menuju masuk dan keluar stasiun. Sementara dari arah Perumahan Direksi PT Jaya tetap dua arah karena memang ruas jalannya cukup lebar.
"Impact-nya jauh lebih tertib dan teratur dan tidak semrawut. Yang awalnya akses pada sembarang, PKL banyak dipinggir di kanan kiri sudah kita rapihkan," ujarnya.
Tertibnya lebih dari 50 persen hampir 100 persen. Awalnya kan ngunci, semrawut, yang pejalan kakinya jalurnya nanti dibersihkan sehingga bisa berjalan dengan tenang, untuk motornya kita siapkan drop out-nya.
"Parkir-parkir liar yang banyak sudah kita rapihin, PKL yang jualan sudah ditertibkan," pungkasnya.