Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Kantongi Akreditasi Unggul, Universitas Budi Luhur Mencatatkan 1.337 Lulusan

Arief Indra Dwisetyadi • Kamis, 14 November 2024 | 11:57 WIB

 

Wisudawan dan Wisudawati Universitas Budi Luhur (UBL) mengikuti sidang senat terbuka (Wisuda) di Jakarta Convention Centre Jakarta, Rabu (13/11).
Wisudawan dan Wisudawati Universitas Budi Luhur (UBL) mengikuti sidang senat terbuka (Wisuda) di Jakarta Convention Centre Jakarta, Rabu (13/11).

JawaPos.com - Sebanyak 1.337 Wisudawan dan Wisudawati Universitas Budi Luhur (UBL) mengikuti sidang senat terbuka (Wisuda) di Jakarta Convention Centre Jakarta, Rabu (13/11).

Wisuda kali ini disebut-sebut sebagai wisuda istimewa, yang mana UBL telah mengantongi akreditasi unggul. Sebagaimana diketahui, akreditasi unggul merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) kepada perguruan tinggi atau program studi. Perguruan tinggi yang mendapatkan akreditasi unggul memiliki performa yang sangat baik di semua kriteria penilaian.

Rektor Universitas Budi Luhur Agus Setyo Budi berpesan kepada para lulusan UBL kali ini untuk menjadi enterpreneur yang dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain di sekitarnya.

“Harapan saya untuk wisudawan dan wisudawati, untuk bisa mengkreasi lapangan kerja. Karena mereka sudah dilatih menjadi jiwa enterpreneur,” ujarnya ketika diwawancarai di sela-sela wisuda.

Agus melanjutkan, selain akreditasi unggul dalam kado istimewa tersebut, UBL juga mendapatkan tambahan guru besar dan membuka cabang di negara Malaysia untuk prodi kriminologi, tepatnya di wilayah Kuala Lumpur yang sudah mendapat izin.

"Kami sudah mulai internasionaliasasi. Jadi ke depan kalau sudah unggul berarti tinggal memperluas jaringan. Mengimplemantasikan keunggulan kita untu diperluas,” ucapnya.

Agus menjelaskan, dibukanya cabang UBL di Malaysia lantaran diminta oleh pihak negara Malaysia untuk membuka cabang dengan prodi kriminologi. Yang mana, mahasiswa malaysia yang berkuliah di UBL Malaysia, terdeteksi di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Indonesia sebagai mahasiswa UBL.

Karena itu, mahasiswa yang daftar di Malaysia akan terdetek di PDDikti sebagai mahasiswa asingnya UBL. "Jadi kurikulumnya UBL yang mengajar pihak Malaysia yang menginginkan kerjasama dengan UBL," ucapnya.

Disinggung perihal kenapa pihak Malaysia meminta UBL membuka kampus, dia menjelaskan hal itu karena keunikan prodi. Sebab, prodi kriminologi bagi pihak swasta pertama kali itu adalah UBL untuk tingkat strata. Malaysia sendiri baru memiliki prodi Kriminologi tingkat Diploma. “Kami sudah sosialisasi untuk kurikulumnya. Nanti setiap bulannya kami akan mengirimkan dosen sebagai pengajar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro menyampaikan pesannya kepada para wisudawan dan wisudawati, untuk tetap tegar di tengah kondisi yang menantang.

“Bagi saya, ini lulusan yang cukup menantang. Saya diberikan masukan dari LLDIKTI, yang mana lulusan Budi Luhur di atas standar. Tetapi ada masukan untuk lebih komunikatif. Kami ingin membawa ke mereka-mereka kegiatan yang sifatnya atraktif dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Universitas Budi Luhur Jakarta