Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Atasi Masalah Tulang Belakang dengan Metode LDR, Dokter Spesialis Paparkan Ini

Muhtamimah • Kamis, 12 Desember 2024 | 16:33 WIB

 

JawaPos.com - Masalah tulang belakang, khususnya pada daerah lumbar (pinggang), menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering ditemui. Metode Lumbar Disc Replacement (LDR) menjadi salah satu metode penanganan terkini yang efektif dalam mengatasi masalah tersebut.

Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi-Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K) Spine mengungkapkan, keluhan seperti nyeri punggung bawah, kesulitan bergerak, hingga rasa kebas atau kelemahan di kaki sering kali berkaitan dengan gangguan pada cakram tulang belakang (lumbar disc). Seiring berkembangnya teknologi medis, teknik LDR kini menjadi salah satu metode penanganan terkini yang efektif dalam mengatasi masalah tersebut.

LDR merupakan solusi modern untuk mengatasi masalah tulang belakang yang kompleks, khususnya pada cakram lumbar. Dengan teknik itu, pasien memiliki peluang untuk kembali menjalani kehidupan aktif dengan nyeri minimal dan mobilitas maksimal. 

"Jika mengalami nyeri punggung bawah, berkonsultasilah dengan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi konsultan tulang belakang guna mendapatkan penanganan tepat dan maksimal," katanya saat Media Gathering Eka Hospital di wilayah Pondok Aren, Rabu (11/12).

Dia menjelaskan, LDR adalah prosedur bedah yang bertujuan mengganti cakram tulang belakang yang rusak atau aus dengan implan buatan. Prosedur tersebut dirancang untuk menjaga mobilitas alami tulang belakang sambil mengurangi rasa nyeri yang disebabkan oleh cakram yang bermasalah.

"Berbeda dengan fusi tulang belakang (spinal fusion), di mana dua tulang belakang disatukan sehingga gerakannya menjadi terbatas, LDR memungkinkan pasien tetap memiliki rentang gerak normal pada area yang dioperasi," tuturnya.

Dia meneranangkan, implan buatan itu terbuat dari bahan yang kompatibel dengan tubuh manusia. Seperti logam atau bahan plastik tahan lama.

Prosedur LDR memiliki kelebihan, seperti dapat memungkinkan tulang belakang orang untuk dapat bergerak secara alami. Selain itu dapat juga mengurangi risiko beban berlebih pada segmen lain.

"Sebab dengan mempertahankan gerakan alami, risiko kerusakan pada cakram lain dapat diminimalisir. Tak hanya itu, proses pemulihan nyeri pasca operasi menjadi lebih cepat," terangnya.

Adapun kondisi atau masalah penyakit yang membutuhkan metode LDR diantaranya Degenerative Disc Disease (DDD). Penyakit degeneratif cakram itu terjadi ketika cakram tulang belakang mengalami kerusakan atau akibat penuaan, tekanan berulang, atau cedera. Kondisi tersebut menyebabkan nyeri kronis di punggung bawah yang dapat menjalar ke kaki (sciatica).

Kemudian, Hernia Nucleus Pulposus (HNP) yaitu hernia cakram terjadi ketika bagian dalam cakram (nukleus pulposus) menonjol keluar melalui bagian luar yang robek. Hal tersebut dapat menekan saraf tulang belakang dan menyebabkan nyeri, mati rasa, atau kelemahan pada tungkai. "Pasien dengan HNP yang berulang atau cakram yang mengalami kerusakan permanen dapat memerlukan pengangkatan dan penggantian cakram menggunakan implan buatan," lanjutnya.

Lalu Spondylosis Lumbalis. Spondylosis adalah bentuk arthritis degeneratif yang memengaruhi cakram dan sendi tulang belakang. Kondisi itu menyebabkan nyeri kronis dan pembatasan gerak, sering kali disertai radikulopati (tekanan pada saraf yang menyebabkan gejala di tungkai). Menurutnya, LDR dapat menjadi pilihan jika nyeri berasal dari cakram yang rusak, dan pasien tidak menunjukkan tanda-tanda instabilitas tulang belakang.

"Walaupaun teknik LDR ini dapat digunakan untuk beberapa gangguan pada tulang belakang, namun masalah kesehatan seperti osteoporosis, infeksi tulang belakang, atau masalah struktur tulang lainnya tidak dianjurkan untuk dilakukan prosedur bedah ini," paparnya. 

PAPARKAN: Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi-Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K) Spine saat menjelasan penanganan masalah tulang belakang dengan
PAPARKAN: Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi-Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K) Spine saat menjelasan penanganan masalah tulang belakang dengan


Editor : Susilo.
#Dokter Spesialias #tulang belakang #Eka Hospital