JawaPos.com – Sebagai ibu kota negara, Jakarta berdiri banyak bangunan megah. Salah satunya, Masjid KH Hasyim Asyari. Masjid raya pertama Jakarta itu, kini menjadi kebanggaan masyarakat Betawi.
Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta merupakan masjid raya pertama di Jakarta. Masjid raya itu diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 15 April 2017. Ide pembangunan masjid raya itu memang merupakan ide Joko Widodo, yang saat itu menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Ide itu tercetus karena ketika memimpin Jakarta pada 2012 lalu, Jokowi mengetahui Masjid Istiqlal yang merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara bukan milik DKI. Artinya, saat itu, Jakarta belum memiliki masjid raya.
Sebagai masjid raya pertama di Jakarta, selain nilai Islam, arsitektur bangunan juga kental dengan sentuhan khas betawi. Tampak ornamen Betawi dihadirkan di masjid yang berlokasi di Jalan Daan Mogot KM 14,5 No.14, RT 3 RW 14, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat itu.
Yakni, ornamen gigi balang sebagai fondasi bangunan serta lima menara yang melambangkan rukun Islam. Pagar langkan dan rumah bapang juga mewarnai bangunan masjid untuk memenuhi kekhasan karakter Betawi.
’’Masjid ini dibangun di atas tanah negara. Jadi, dari 11 hektare, yang digunakan untuk bangun masjid itu 2,5 hektar. Dananya dari CSR sebesar Rp 165 miliar pada saat gubernurnya Pak Jokowi,’’ terang Ketua Umum Masjid Raya KH Hasyim Asyari, KH. Abdurrahman Shoheh.
Masjid Raya yang terdiri dari tiga lantai itu ini kerap menjadi pilihan umat Islam untuk beribadah. Tidak hanya itu, Masjid Raya KH Hasyim Asyari setiap tahunnya juga selalu menjadi lokasi tempat rukyatul hilal oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta.
’’Daya tampung masjid di dalam itu sekitar 2.500 orang. Untuk jamaahnya beragam meskipun ini lokasinya sudah di ujung Jakarta Barat. Jadi, ada yang datang dari Jakarta Pusat, ada yang dari Jakarta Utara, ada yang dari kota Tangerang, ada yang dari Depok. Kayak seperti sekarang ini, ada Halaqah Falakiyah dari Depok, ada yang dari Makassar,’’ terangnya.
Banyaknya jamaah yang datang ke sana, karena masjid raya itu juga menjadi salah satu ikon Jakarta. ’’Jadi di Jakarta itu ada dua masjid yang jadi ikon. Ujung barat sini, ada masjid ini, di ujung utara ada Jakarta Islamic Center,’’ katanya.
Selain itu, berbagai kegiatan juga dilaksanakan di sana. Mulai dari pesantren kilat hingga pengajian aswaja yang tidak berhenti. Lalu, ada juga kegiatan pengembangan masyarakat dalam bidang ekonomi.
’’Bulan Ramadan ini juga sama seperti bulan-bulan lain. Oh, iya pastinya ada buka puasa bareng, takjil juga ada, Jumat berkah juga ada. Untuk UMKM juga kami selalu kerja sama setiap ada event. Itu kan ada sudah mulai dipasang banyak tenda. Itu gratis untuk UMKM,’’ paparnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi