Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Sarapan Gratis di DKI Batal, Anggaran Dialihkan ke Renovasi Kantin dan Bansos Pendidikan

Masria Pane • Jumat, 14 Maret 2025 | 15:54 WIB
Sejumlah siswa menikmati hidangan saat sarapan bergizi gratis di SDIT Al Ihsan, Kebagusan, Jakarta.
Sejumlah siswa menikmati hidangan saat sarapan bergizi gratis di SDIT Al Ihsan, Kebagusan, Jakarta.

JawaPos.com – Setelah bergejolak, Program Sarapan Gratis akhirnya resmi batal. Hal itu disampaikan Gubernur DKI Pramono Anung setelah pertemuan tertutup Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (12/3).

”Kami telah berdiskusi dan mengambil kesimpulan yang sama untuk perbaikan bersama. Terutama tentunya sebagai Gubernur Jakarta bagi warga yang ada di Jakarta. Apa yang akan kami lakukan di Jakarta, yang pertama sarapan pagi yang dulu pernah kami gagas nanti akan diubah programnya menjadi apa dan apa akan ada,’’ kata politikus yang biasa disapa Pram itu.

Lebih rinci, Pram menyebutkan, dana Program Sarapan Gratis itu akan dialokasikan untuk beberapa program. Pertama, untuk perbaikan kantin-kantin yang ada di sekolah-sekolah. Lalu, sebagian besar dana itu juga akan dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas penerima bantuan sosial pendidikan, Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

”Untuk KJP, penambahannya hampir 200 ribu penerima, dan itu angkanya besar. Jadi, dari 520 ribu, kami telah memutuskan dengan pengalihan ini menjadi 705 ribu yang akan diterima oleh masyarakat dan mudah-mudahan dalam Maret ini akan terselesaikan. Paling lama April ini,” tutur Pram.

Begitu juga dengan KJMU, mereka akan meningkatkan dari 15 ribu menjadi 20 ribu mahasiswa. ”Di samping itu, program KJMU yang dulunya terhambat, kami akan melanjutkan dan tidak dievaluasi seperti dulu yang setiap tahun,’’ katanya. Jadi, lanjutnya, para mahasiswa pemegang KJMU itu akan berhak menerima bantuan itu sampai lulus, namun dengan syarat harus sesuai IPK-nya.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menuturkan, Pemprov DKI tetap mendukung penerapan MBG di Jakarta. Salah satunya, mendukung untuk penyediaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta. ”Alhamdulillah, kami sudah berbincang terkait dengan program MBG yang akan dilaksanakan di Jakarta. Dan Secara keseluruhan, di Jakarta akan ada 791 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, yang sekarang baru beroperasi 33 SPPG. Dan akan tambah 9 di tanggal 17 Maret menjadi 42 SPPG. Jadi masih banyak yang harus diselenggarakan,” ujarnya. (rya/ilo)

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Gubernur DKI Pramono Anung #sarapan gratis