JawaPos.com – Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam (ASAFI) menyelenggarakan Annual Meeting dan International Conference Critical Discourse on Islamic Philosophy di STAI Sadra Jakarta, pada (27/11) dan akan berakhir pada 29 November 2025.
Ketua Panitia Pelaksana DR. Irzum Fariha mengatakan bahwa Annual Meeting ini selain sebagai pertemuan tahunan yang diikuti oleh seluruh Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam se-Indonesia juga merupakan upaya Internasionalisasi prodi-prodi AFI se Indonesia.
Ketua Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam Prof. Dr. Kholid Al Walid, M.A, menyebutkan bahwa bangsa besar ditopang oleh bangunan filsafat yang kokoh. Pemikir-pemikir besar bangsa Indonesia yang telah mengukir sejarah dengan tinta emas merupakan para filosof. Mereka mencerahkan bangsa dengan pemikiran-pemikiran yang mendalam. Merupakan tantangan bagi para dosen filsafat saat ini untuk mampu menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa.
’’Kita memerlukan filsafat dan mengajarkan kepada para mahasiswa dan pelajar agar mereka tidak semata hidup sebagai pekerja, tapi juga sebagai pemikir,’’ ujar Kholid.
Prof. DR Hossein Mottaqi pemikir asal Iran dan sebagai keynote speaker pada acara ini mengangkat tema ’’Rekonstruksi Paradigma Keilmuan; Relasi Islam dan Sains” dalam penyampaiannya menyatakan bahwa Islam dan Sains bukan dua hal yang bertentangan. Namun, paradigma Materialisme Barat merupakan dasar bagi sains yang berkembang saat ini. Para pemikir Islam seperti Naquib Al-Attas, Ismail al-Faruqi dan Seyyed Hossein telah menawarkan Paradigma keilmuan Islam, baik dengan Islamisasi ilmu atau sains sakral.
’’Meski demikian, paradigma tersebut semua bersifat teoritis dan kita perlu membangun paradigma Bersama di antara seluruh paradigma tersebut,’’ ujarnya.
Prof. Hossein menawarkan beberapa solusi mendasar, antara lain perlunya membangun kembali ilmu-ilmu humaniora Islam dan memahami bangunan sains barat modern juga perlu upaya serius melalui penelitian yang Panjang untuk menghasilkan filsafat ilmu Islam yang akan menjadi dasar bagi ilmu-ilmu Islam.
Annual Meeting dan International Conference yang diselenggarakan ASAFI ini menghadirkan pembicara-pembicara asing dari beragam negara antara lain DR. Abdul Aziz Abbasyi dari Aljazair, DR. Safiye Sabreen dari Kasymir, Dr. Nurul Ain dari Malaysia, DR. Nasher Syirozi dari Pakistan. Selain itu, pembicara dari Indonesia antara lain. Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara, Dr. Budhy Munawar Rahman. Ada 53 panelis dari beragam universitas Islam di Indonesia yang juga akan memaparkan artikelnya.
Hasil dari Annual Meeting dan Internasional Conference ini akan menjadi masukan bagi pemerintah Republik Indonesia khususnya bagi Kementerian Agama Republik Indonesia dalam membangun Moderasi Beragama.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi