JawaPos.com - Pemerintah saat ini berupaya mengebut proses penanganan bencana alam di Aceh, Sumbar, dan Sumut. Harapannya masyarakat bisa kembali tinggal di kediamannya, untuk yang tidak rusak. Sedangkan yang huniannya rusak parah, bakal disiapkan hunian sementara (Huntara).
Keberadaan Huntara bagi korban bencana banjir bandang Sumatera itu sangat penting. Khususnya bagi umat Islam yang akan menyambut bulan puasa. "Dua bulan lagi bulan Ramadan, harapannya korban bencana alam bisa beribadah dengan lancar," kata pimpinan Baznas Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan usai kerjasama dengan Gopay di Jakarta (17/12).
Dia mengatakan relawan Baznas saat ini ikut turun membantu penanganan bencana alam di Sumatera. Mereka tergabung dalam 117 unit posko. Ada juga relawan dokter dan tenaga kesehatan lainnya. "Tim kami sudah bekerja sekitar sepuluh hari," katanya.
Selain itu Rizaludin mengatakan Baznas pusat dan daerah sudah menghimpun dana bantuan bencana Sumatera sekitar Rp 26 miliar. Dia mengajak masyarakat untuk ikut meringankan beban korban bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dana tersebut akan disalurkan lewat seribu lebih relawan Baznas yang tersebar di tiga provinsi lokasi bencana alam Sumatera.
Dia menjelaskan dua bulan lagi memasuki bulan Ramadan, menjadi kondisi yang cukup berat bagi para korban bencana banjir bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dia mengungkapkan sejumlah elemen relawan bersiap mengalihkan fokus penanganan pada pembersihan hunian korban bencana. Supaya bisa menjalankan ibadah puasa di rumah.
Dia menegaskan penanganan darurat bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar harus dikebut. Pasalnya sekitar dua bulan lagi, sudah memasuki bulan Ramadan. "Kita tidak terbayang dua bulan lagi mereka di pengungsian seperti apa. Karena nanti bulan puasa," katanya.
Menurut Rizaludin menjalankan ibadah puasa di tenda pengungsian tentu tidak nyaman. Berbeda dengan kondisi normal, berpuasa bersama keluarga di rumah. Untuk itu dia siap mendukung upaya pemerintah untuk menyiapkan hunian sementara bagi korban bencana alam di Sumatera.
Rizaludin menjelaskan sampai saat ini donasi yang terkumpul dari Baznas pusat dan daerah untuk bencana alam di Sumatera cukup besar. "Target kami di Baznas pusat dan daerah bisa terkumpul Rp 60 miliar untuk membantu penanganan bencana Sumatera," jelasnya.
Untuk saat ini tim yang diterjunkan Baznas cukup banyak. Termasuk dari unsur dokter atau tenaga medis lainnya. Di lapangan mereka berkolaborasi dengan relawan dari pemerintah dan lembaga lainnya. Rizaludin terus mengajak masyarakat Indonesia untuk meringankan beban korban bencana alam di Sumatera.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi