JawaPos.com - Indonesia rutin mengirimkan tentara untuk misi perdamaian dunia ke sejumlah negara. Personel yang dikirim tidak hanya dituntut jago bertempur. Tetapi juga mempunyai kemampuan komunikasi atau public speaking dengan bahasa Inggris.
Untuk mendukung kemampuan tersebut, kampus LSPR Institute of Communication and Business (LSPR Institute menandatangani kerjasama dengan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Sentul, Bogor. Agenda utama kolaborasi itu adalah pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi kampus LSPR Institute di lingkungan prajurit tentara yang akan dikirim ke misi perdamaian dunia.
Founder & CEO LSPR Institute Prita Kemal Gani mengatakan kolaborasi ini merupakan wujud komitmen mereka dalam mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang berkontribusi bagi perdamaian dunia.
“Sejalan dengan visi LSPR Institute sebagai kampus komunikasi global yang tidak hanya berfokus pada akademik," kata Prita (20/12). Lebih dari itu, juga berperan aktif dalam penguatan nilai kemanusiaan, kepemimpinan, dan diplomasi.
Dia mempercayai bahwa kompetensi komunikasi memiliki peran strategis dalam mendukung misi perdamaian internasional. Prita mengatakan mplementasi kerja sama ini telah mulai dilaksanakan pada Jumat, 19 Desember lalu.
Yaitu melalui Pelatihan Public Speaking bagi peserta pelatihan Women Peacekeepers. Pelatihan itu disampaikan oleh dosen LSPR Institute Rizka Septiana. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi strategis, serta keterampilan penyampaian pesan dalam konteks misi perdamaian internasional.
Sementara itu Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Taufik Budi Santoso menyambut baik kolaborasi itu. Dia menilai sinergi dengan institusi pendidikan memiliki peran penting dalam memperkuat kesiapan personel dalam menjalankan misi perdamaian.
“Kami mengapresiasi kerja sama dengan LSPR Institute," katanya. Taufik mengatakan pembekalan kompetensi komunikasi, khususnya bagi peacekeepers, sangat penting dalam mendukung keberhasilan misi perdamaian PBB.
"Sinergi ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi dunia akademik maupun institusi pertahanan,” ungkap Taufik. Melalui kerja sama itu, LSPR Institute dan PMPP TNI berkomitmen untuk terus mengembangkan program kolaboratif. Khususnya yang berkontribusi pada penguatan kapasitas SDM, pertukaran keilmuan, serta dukungan terhadap misi perdamaian internasional.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi