JawaPos.com - Program unggulan Presiden Prabowo Subianto Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diterima siswa di sekolah umum. Tetapi juga murid madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Total ada 2,3 juta siswa madrasah yang sudah menerima program MBG.
Data tersebut disampaikan Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Nyayu Khadijah. Dia menjelaskan sejumlah capaian sepanjang tahun ini. Nyayu menegaskan madrasah juga menjadi bagian dari implementasi MBG.
"Hingga Desember 2025 tercatat 13.703 madrasah dengan 2,31 juta siswa telah menerima manfaat program tersebut," katanya (31/12).
Selain itu Nyayu mengatakan lebih dari 9,1 juta siswa madrasah mendapatkan layanan cek kesehatan gratis (CKG). Menurut dia program MBG dan CKG berkontribusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pertumbuhan peserta didik. Dia optimis tahun depan penerima program MBG dan CKG di kalangan siswa madrasah bakal semakin bertambah banyak.
Selain itu Nyayu menegaskan bahwa penguatan prestasi siswa dan intervensi kebijakan berbasis data menjadi strategi jangka panjang pendidikan madrasah. “Madrasah diposisikan sebagai instrumen pembangunan manusia unggul secara akademik, sehat, inklusif, dan berkarakter,” ujarnya.
Dengan lebih dari 10,5 juta siswa aktif dan 88 ribu lembaga madrasah di seluruh Indonesia, Kemenag menilai penguatan mutu madrasah sangat penting. Karena menjadi salah satu kunci pencapaian agenda pembangunan sumber daya manusia nasional.
Sementara itu Nyayu juga menjelaskan mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Dia menegaskan bahwa KBC dirancang untuk membangun keseimbangan antara prestasi akademik dan pembentukan karakter. Menurut dia prestasi siswa harus sejalan dengan penguatan nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan kepedulian lingkungan.
Kemudian dalam aspek pendidikan ramah dan terintegrasi, jumlah madrasah inklusif meningkat tajam dari 728 lembaga pada 2023 menjadi 1.853 lembaga tahun ini. Atau mengalami pertumbuhan lebih dari 155 persen dalam dua tahun. Kenaikan itu disertai penguatan regulasi, penyediaan sarana ramah disabilitas, serta pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD). Secara nasional, tercatat 2.665 Madrasah Ramah Anak yang tersebar di berbagai provinsi dan jenjang pendidikan.
Capaian lainnya adalah sepanjang tahun ini ada lebih dari 7.800 prestasi siswa madrasah di tingkat nasional. Kemudian ada 351 siswa madrasah yang mengukir prestasi di level internasional. Prestasi itu diukir murid dari jenjang MI, MTs, hingga MA. Menurut Nyayu, prestasi itu memperkuat posisi madrasah sebagai bagian strategis pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Dalam kesempatan yang lain, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menyatakan capaian tersebut mencerminkan arah kebijakan pendidikan Islam yang semakin kompetitif dan adaptif.
“Madrasah hari ini tidak hanya menguatkan karakter keagamaan, tetapi juga membuktikan daya saing akademik di tingkat nasional dan global,” tandas Suyitno.
Sebagai bagian upaya mengawal Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, kata Suyitno, Kemenag juga telah memulai piloting Sekolah Garuda Transformasi pada madrasah unggulan. Tahun ini MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (OKI) dan MAN IC Gorontalo resmi ditetapkan sebagai Sekolah Garuda.
Upaya itu memperkuat posisi MAN IC sebagai satuan pendidikan unggul berstandar nasional yang diakui oleh Ditjen Dikti Saintek. Penetapan itu berdampak langsung pada penguatan reputasi kelembagaan dan pengayaan kurikulum sains dan riset.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi