Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Jalan Licin dan Berlubang Telan Korban, Pemprov DKI Siapkan Perbaikan Darurat

Masria Pane • Senin, 9 Februari 2026 | 22:42 WIB

Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta menambal jalan yang berlubang di Jalan Blora, Jakarta Pusat.
Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta menambal jalan yang berlubang di Jalan Blora, Jakarta Pusat.
 
 

JawaPos.com - Curah hujan tinggi yang masih melanda Jakarta berdampak serius pada kondisi jalan. Sejumlah ruas mengalami kerusakan dan berlubang. Kondisi itu menelan korban jiwa. Seorang pelajar SMK 34 Jakarta, Aldi Suryaputra, meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal pada Senin pagi (9/2).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Saya mewakili Pemprov DKI Jakarta turut berdukacita atas wafatnya Ananda Aldi Suryaputra,” ujar Pramono.

Berdasarkan hasil pemantauan melalui kamera pengawas (CCTV), kecelakaan terjadi karena kondisi jalan yang licin dan berlubang. Saat itu, korban melaju dengan kecepatan tinggi sehingga kehilangan kendali. “Ini adalah kecelakaan tunggal,” tegas Pramono.

Korban sempat dilarikan ke RS Polri dengan pendampingan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan pihak sekolah. Namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah saat ini berada di rumah duka dan akan segera dimakamkan.

Pramono menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta menanggung seluruh biaya rumah sakit serta menyiapkan pemakaman di TPU Menteng Pulo. “Biaya rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov DKI Jakarta,” kata Pramono.

Untuk mencegah kejadian serupa, Pramono telah menginstruksikan Dinas Bina Marga DKI agar segera menutup seluruh jalan berlubang, meski bersifat sementara. Langkah darurat itu dilakukan mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga pertengahan Februari.

Selain itu, Pemprov DKI juga meminta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) untuk terus mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melintas di ruas jalan yang rusak.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan bahwa perbaikan jalan saat ini memang masih bersifat sementara. Menurutnya, karakter aspal di Indonesia tidak mampu merekat kuat jika terus terkena air hujan.

“Pengaspalan sekarang ini sifatnya sementara. Aspal kalau kena air memang tidak bisa merekat kuat,” ujarnya. Perbaikan permanen baru bisa dilakukan setelah musim hujan berakhir.

Rano menyebut, berdasarkan prakiraan BMKG, hujan masih berpotensi terjadi hingga Maret mendatang. Karena itu, perbaikan menyeluruh akan dilakukan setelah Jakarta sudah masuk musim kemarau.

“Kita tahu jalan-jalan di Jakarta ini cukup banyak yang rusak akibat hujan. Ya, itu memang itu yang terjadi. Tapi, untuk perbaikan semua, kita harus menunggu setelah musim kemarau,” imbuhnya. Itu, lanjutnya, perbaikan yang paling ideal agar jalanan di Jakarta tidak cepat rusak.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung