JawaPos.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat mulai berbondong-bondong membeli keperluan lebaran. Termasuk persiapan baju lebaran juga tidak boleh ketinggalan. Kali ini, model baju lebaran yang tengah hangat diperbincangkan yaitu model gamis “Bini Orang”.
Belakangan, baju “gamis bini orang” menjadi viral karena penyebutannya yang nyentrik dan unik. Tidak seperti namanya yang terdengar lucu, penyebutan ini justru merujuk pada model gamis yang terkesan anggun, dewasa, dan berkelas. Gamis model ini juga akan terlihat apik saat dipakai meskipun tanpa aksesoris tambahan berlebih.
Aslinya, nama “gamis bini orang” bukan berasal dari nama resmi sebuah merek maupun nama resmi model baju tersebut. Munculnya istilah ini disebut-sebut berhubungan dengan influencer kontroversial, Inara Rusli. Kehadiran influencer tersebut di publik, saat tengah mengenakan gamis yang mempunyai desain menarik membuat netizen mengaitkan model gamis tersebut dengan istilah “gamis bini orang”.
Penyebutan itu kian populer karena banyak warganet yang menggunakan istilah “gamis bini orang” untuk menyebut gamis yang memberikan kesan elegan dan dewasa. Seiring berjalannya waktu, istilah ini lebih melekat dengan tren baju Lebaran tahun 2026. Tren ini pada akhirnya menjadi istilah yang dipahami oleh pedagang dan pembeli di pasar.
Menjelang Hari Idul Fitri, makin banyak orang yang mencari baju lebaran dengan model ini. Pengaruh media sosial yang cukup kuat menjadikan istilah yang awalnya populer di media sosial ini, kemudian masuk ke percakapan sehari-hari. Mulai banyak pembeli di pasar yang secara langsung menyebut istilah “gamis bini orang” ketika mencari baju dengan model yang diinginkan.
Salah satu blog fashion, menyebutkan bahwa gamis yang populer disebut sebagai “gamis bini orang” di platform TikTok, umumnya adalah gamis yang memberikan siluet fit body, tidak banyak corak, dan dengan warna-warna lembut. Ciri khas gamis bini orang yang banyak ditemui adalah potongan A-Line dengan bagian bawah berlayer. Biasanya, motif yang dimiliki gamis ini hadir dari penggunaan bahan brokat untuk menambah kesan anggun.
Baca Juga: Tidak Mudik Saat Lebaran? Ini Rekomendasi Wisata Jakarta yang Bisa Dikunjungi
Masyarakat banyak yang mencari gamis bini orang dengan bahan satin atau katun premium. Kedua material ini yang menambah kesan mahal dan berkelas pada outfit lebaran mereka. Gamis dengan warna-warna lembut seperti beige, dusty pink, atau sage green juga menjadi favorit pembeli karena memberikan kesan lebih dewasa.
Di Jakarta, model gamis seperti ini cukup mudah ditemukan di pusat perbelanjaan busana muslim. Salah satu yang paling banyak dituju pembeli adalah Pasar Tanah Abang. Pasar Tanah Abang sering menjadi tujuan masyarakat jika ingin mencari outfit tertentu karena disana pembeli bisa mendapatkan banyak pilihan baju dengan harga yang lebih terjangkau dibanding di pusat perbelanjaan seperti mal.
Tidak hanya Pasar Tanah Abang, Thamrin City juga dapat menjadi pilihan bagi warga Jakarta yang ingin membeli busana muslim, seperti gamis bini orang ini. Pembeli hanya perlu menyebut “gamis bini orang” kepada penjual, maka berbagai model gamis dengan potongan high-low, lengan terompet, dan berwarna lembut akan disajikan untuk dipilih. Di kedua tempat ini, pembeli bisa mendapat banyak pilihan dengan harga lebih variatif dibandingkan pusat perbelanjaan seperti mal atau butik.
Baca Juga: 8 Perpustakaan di Jakarta yang Bisa Jadi Spot Ngabuburit Tenang dan Nyaman
Bagi masyarakat yang tidak ingin berbelanja di pasar, terdapat opsi online shopping untuk membeli gamis ini. Melalui berbagai marketplace, calon pembeli hanya perlu mengetik kata kunci “gamis bini orang” di kolom pencarian, dan berbagai produk gamis akan muncul di pencarian. Harganya pun bervariasi menyesuaikan kualitas bahan juga ongkos pengiriman produk.
Bagi masyarakat yang ingin mengenakan gamis bini orang sebagai outfit Lebaran 2026 perlu memperhatikan beberapa hal ini. Pilihlah bahan gamis yang nyaman untuk dipakai seharian saat lebaran nanti. Selain itu, pembelian dari jauh-jauh hari sangat dianjurkan untuk menghindari high demand, baik untuk yang berbelanja online maupun offline.
Editor : Bintang Pradewo