Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Hantavirus Ramai Dibicarakan, Yuk Kenali Cara Simpel Cegah Tikus di Rumah

Muhammad Irfan Hidayat • Kamis, 7 Mei 2026 | 17:06 WIB
Hantavirus ramai jadi perbincangan setelah muncul kasus di kapal pesiar MV Hondius yang membuat penumpangnya jatuh sakit dan memakan korban jiwa hingga memicu perhatian publik. (UK Health Security Agency)
Hantavirus ramai jadi perbincangan setelah muncul kasus di kapal pesiar MV Hondius yang membuat penumpangnya jatuh sakit dan memakan korban jiwa hingga memicu perhatian publik. (UK Health Security Agency)

JawaPos.com - Belakangan ini, hantavirus ramai jadi perbincangan setelah muncul kasus di kapal pesiar MV Hondius yang membuat penumpangnya jatuh sakit dan memakan korban jiwa hingga memicu perhatian publik. Kasus tersebut bikin banyak orang mulai penasaran tentang apa sebenarnya hantavirus dan bagaimana virus ini bisa menyebar.

Meski baru ramai dibahas lagi sekarang, hantavirus sebenarnya bukan virus baru. Virus ini sudah lama dikenal sebagai penyakit yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Alodokter, manusia bisa tertular saat menghirup partikel dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengering lalu bercampur di udara. Penularan juga bisa terjadi ketika seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi lalu memegang mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Gejala hantavirus biasanya dimulai dari demam, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas, hingga mual. Namun pada beberapa kasus, kondisi bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan serius dan menyebabkan sesak napas. Karena itu, penting untuk mulai lebih peduli terhadap kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

Nah, daripada panik berlebihan, ada baiknya fokus pada langkah pencegahan sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari. Menariknya, sebagian besar cara mencegah hantavirus sebenarnya juga membuat rumah terasa lebih nyaman, bersih, dan sehat secara keseluruhan.

Tutup Celah Kecil di Rumah

Salah satu alasan tikus mudah masuk rumah adalah karena adanya lubang atau celah kecil yang sering tidak disadari. Celah di bawah pintu, ventilasi, retakan tembok, hingga saluran air bisa jadi jalan masuk bagi tikus.Menutup akses kecil di rumah agar tikus tidak punya tempat masuk dan bersarang. Bahkan lubang kecil pun bisa jadi akses bagi hewan pengerat masuk ke dalam rumah.

Karena itu, coba mulai cek area dapur, gudang, plafon, atau belakang lemari yang jarang diperhatikan. Semakin sedikit akses masuk, semakin kecil kemungkinan tikus menetap di rumah.

Jangan Biarkan Sisa Makanan Berserakan

Tikus datang karena mencari makan. Jadi kalau rumah sering meninggalkan remah makanan, sampah terbuka, atau makanan hewan peliharaan semalaman, tikus akan merasa nyaman. Menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat dan rutin membersihkan dapur jadi langkah sederhana yang cukup efektif. Sampah rumah tangga juga sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk terlalu lama.

Apalagi dapur sering jadi area favorit tikus karena banyak sumber makanan dan tempat bersembunyi. Jadi kebiasaan kecil seperti langsung mencuci piring atau menyapu lantai ternyata cukup penting juga.

Gudang Berantakan Bisa Jadi Sarang Tikus

Tumpukan kardus, kain lama, kayu, atau barang tidak terpakai bisa menjadi tempat persembunyian ideal bagi tikus. Area lembab dan jarang dibersihkan biasanya paling disukai hewan pengerat.

Karena itu, penting untuk rutin merapikan gudang, kolong rumah, atau sudut rumah yang jarang dipakai. Barang-barang juga sebaiknya tidak ditumpuk terlalu rapat agar tidak jadi sarang. Selain bikin rumah terasa lebih lega, kebiasaan ini juga membantu mengurangi risiko munculnya tikus.

Jangan Sembarangan Membersihkan Kotoran Tikus

Ini salah satu hal yang sering dianggap sepele. Banyak orang langsung menyapu kotoran tikus saat menemukannya. Padahal, cara tersebut justru bisa membuat partikel virus beterbangan di udara dan terhirup manusia. Sebaiknya menyemprot area kotoran menggunakan desinfektan atau campuran pemutih terlebih dahulu sebelum dibersihkan. Gunakan sarung tangan dan hindari menyapu dalam kondisi kering. Langkah sederhana ini penting, terutama kalau menemukan banyak jejak tikus di rumah atau gudang.

Rutin Bersihkan Area yang Jarang Dipakai

Loteng, kamar kosong, gudang, atau area belakang rumah sering jadi tempat favorit tikus karena jarang disentuh manusia. Padahal area-area seperti ini perlu rutin dibersihkan dan diangin-anginkan. Sebelum membersihkan ruangan tertutup, buka dulu pintu dan jendela agar sirkulasi udara lebih baik. Dengan begitu, debu atau partikel kotoran tidak langsung terhirup saat membersihkan.

Jadi, jangan cuma fokus membersihkan area yang terlihat saja. Sudut rumah yang jarang dipakai juga perlu perhatian.

Jangan Tunggu Tikus Makin Banyak

Kalau mulai mendengar suara di plafon, melihat bekas gigitan, atau menemukan kotoran kecil di sudut rumah, jangan ditunda. Semakin cepat ditangani, semakin mudah mencegah tikus berkembang biak. Memasang perangkap tikus, menjaga kebersihan rumah, dan menutup akses masuk jadi langkah dasar yang bisa dilakukan mulai sekarang. Karena pada akhirnya, rumah yang bersih dan rapi bukan cuma bikin nyaman, tapi juga membantu menjaga kesehatan seluruh penghuni rumah.

Isu hantavirus memang kembali bikin banyak orang waspada. Tapi selain menjaga rumah tetap bersih dan bebas tikus, kita juga tetap perlu menjaga kebersihan diri sendiri. Mulai dari rajin mencuci tangan setelah beraktivitas, membersihkan area rumah secara rutin, sampai tidak sembarangan menyentuh area kotor tanpa pelindung. Kebiasaan sederhana seperti ini mungkin terlihat sepele, tapi justru jadi langkah penting untuk membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit ke diri sendiri maupun ke orang sekitar kita.

Editor : Bintang Pradewo
#hantavirus #tikus