Tren ube bahkan disebut-sebut sebagai the next matcha karena popularitasnya terus naik di media sosial dan coffee shop dunia. Di TikTok, minuman dan dessert berbahan ube ramai bermunculan dengan tampilan ungu pastel yang estetik. Warna mencolok inilah yang membuat banyak orang penasaran untuk mencoba, apalagi generasi muda memang sedang menyukai makanan yang unik sekaligus Instagramable.
Ube sendiri merupakan ubi ungu yang banyak ditemukan di Filipina. Berbeda dengan ubi ungu biasa, ube memiliki rasa yang lebih creamy, manis, dan sedikit nutty seperti vanila. Karena karakter rasanya yang lembut, ube mudah dipadukan dengan berbagai jenis makanan dan minuman kekinian.
Di Filipina, ube sebenarnya bukan hal baru. Bahan ini sudah lama digunakan dalam berbagai makanan tradisional seperti halaya atau selai ube, es krim, hingga kue manis. Namun kini, popularitasnya melonjak secara global setelah banyak konten kreator dan coffee shop internasional mulai mengangkat ube sebagai menu andalan.
Fenomena ini semakin terasa ketika berbagai kafe di Amerika, Korea Selatan, hingga Eropa mulai menjual ube latte dan ube dessert. Banyak pelanggan tertarik karena tampilannya berbeda dari menu kopi pada umumnya. Jika matcha identik dengan rasa earthy dan sedikit pahit, ube justru menawarkan rasa manis yang lebih ringan dan nyaman di lidah.
Di Korea Selatan, tren ube berkembang sangat cepat. Banyak coffee shop mulai menghadirkan cake, latte, hingga pastry berbahan ube karena dianggap cocok dengan selera anak muda Korea yang menyukai dessert manis dan visual menarik. Bahkan beberapa media menyebut bahwa ube kini mulai mengambil alih popularitas matcha di dunia kafe Korea.
Tidak hanya di Asia, tren ini juga meledak di Barat. Banyak gerai kopi dan brand minuman besar mulai melirik ube sebagai rasa baru yang potensial. Beberapa menu viral yang paling sering muncul antara lain ube iced latte, ube cheesecake, ube soft serve, hingga ube cocktail. Kombinasi warna ungu cerah dan tekstur creamy membuat menu-menu ini cepat viral di media sosial.
Menariknya, kepopuleran ube juga didorong oleh budaya TikTok. Banyak video yang memperlihatkan proses pembuatan minuman ungu dengan foam lembut dan topping cantik berhasil menarik jutaan penonton. Tidak sedikit orang akhirnya penasaran dan ikut mencoba karena tampilannya dianggap aesthetic sekaligus berbeda dari tren kopi biasa.
Ube ini juga mulai terasa di Indonesia. Beberapa coffee shop dan dessert shop kini mulai menghadirkan menu berbahan ube, mulai dari ube latte, ube milkshake, sampai cake dan pastry berwarna ungu. Kehadiran menu ini biasanya langsung menarik perhatian pelanggan karena tampilannya yang mencolok dan berbeda dari menu kopi yang umum ditemukan.
Bahkan di media sosial, semakin banyak konten kreator kuliner Indonesia yang mulai mencoba dan mereview menu ube dari berbagai kafe. Tidak sedikit yang menyebut rasa ube lebih ramah untuk lidah orang Indonesia karena manis dan creamy, berbeda dengan matcha yang punya rasa khas sedikit pahit dan earthy.
Namun di balik viralnya tren ini, muncul tantangan baru. Permintaan ube global yang meningkat drastis mulai membuat pasokan di Filipina mengalami tekanan. Beberapa laporan menyebut harga ube naik karena permintaan internasional terus bertambah, sementara produksi belum sepenuhnya mampu mengejar tren yang sedang booming ini.
Meski begitu, banyak pihak melihat tren ube sebagai kesempatan besar untuk memperkenalkan budaya kuliner Filipina ke dunia internasional. Selama ini, matcha dari Jepang berhasil menjadi ikon kuliner global. Kini, ube dianggap memiliki peluang serupa karena memiliki identitas rasa dan visual yang kuat.
Selain tampil menarik, ube juga dianggap lebih fleksibel untuk berbagai menu modern. Rasanya cocok dipadukan dengan kopi, susu, coklat, bahkan pastry dan cocktail. Hal inilah yang membuat banyak brand makanan dan minuman mulai bereksperimen dengan ube untuk menarik perhatian konsumen muda.
Meski belum sepenuhnya menggantikan matcha, kehadiran ube jelas membawa warna baru dalam dunia kuliner kekinian. Dari TikTok hingga coffee shop internasional, si ungu manis ini berhasil mencuri perhatian banyak orang lewat rasa creamy dan tampilannya yang estetik. Kalau tren ube terus berkembang seperti sekarang, bukan tidak mungkin si ungu manis ini akan semakin sering muncul di berbagai kafe Indonesia. Jadi, kamu tertarik mencoba ube juga?
Editor : Bintang Pradewo