JawaPos.com - Bali kini semakin mudah dijangkau dengan hadirnya layanan terbaru dari DAMRI. Rute ini menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat yang ingin bepergian ke Pulau Dewata tanpa menggunakan pesawat, namun tetap mengutamakan kenyamanan dan keamanan.
Pembukaan rute Jakarta–Denpasar ini menandai langkah strategis DAMRI dalam memperluas konektivitas darat dari Pulau Jawa ke Bali. Selama ini, perjalanan darat Jakarta–Bali umumnya hanya dilakukan menggunakan kendaraan pribadi atau bus dengan sistem estafet. Kini, DAMRI menghadirkan layanan langsung yang memudahkan penumpang tanpa perlu berpindah armada, sehingga perjalanan terasa lebih praktis dan efisien.
Rute ini resmi beroperasi pada 6 Maret 2026 dengan jadwal reguler setiap pekan. Untuk perjalanan dari Jakarta menuju Denpasar, bus diberangkatkan setiap hari Jumat pukul 16.00 WIB, dan keberangkatan dari Denpasar menuju Jakarta dijadwalkan setiap hari Minggu pukul 16.00 WITA.
Secara rute perjalanan, armada DAMRI melintasi jalur Tol Trans Jawa yang menghubungkan berbagai kota besar di Pulau Jawa. Setelah melewati wilayah Jawa Timur, perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Ketapang untuk proses penyeberangan menuju Pelabuhan Gilimanuk di Bali. Durasi perjalanan diperkirakan antara 20 hingga 24 jam, tergantung pada kondisi lalu lintas dan antrean kapal feri saat penyeberangan.
Armada ini menyediakan fasilitas yang cukup banyak, diantaranya ada kursi ergonomis reclining, port USB untuk perangkat elektronik, dan kamera pengawas (CCTV) di dalam kabin untuk keamanan. DAMRI juga menyediakan layanan makan selama perjalanan, sehingga penumpang tidak perlu khawatir mengenai konsumsi selama perjalanan lintas pulau.
Harga tiket rute Jakarta–Denpasar dibanderol sekitar Rp 590.000 per orang untuk sekali perjalanan. Harga tersebut sudah termasuk biaya penyeberangan feri eksekutif, sehingga penumpang tidak dikenakan biaya tambahan saat proses transit antar pulau.
Dengan tarif kompetitif dan fasilitas lengkap, rute ini diharapkan menjadi alternatif populer bagi wisatawan maupun warga yang ingin menikmati perjalanan darat lintas Jawa–Bali. Kehadiran rute ini tidak hanya memperluas konektivitas antarwilayah, tetapi juga memberikan warna baru dalam pengalaman perjalanan darat jarak jauh di Indonesia.