JawaPos.com – Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI menyiapkan tempat pemberhentian sementara (lay bay) di sekitar layanan transportasi masal. Salah satunya, di sekitar Stasiun MRT Lebak Bulus yang beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan publik.
Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo menuturkan, fasilitas lay bay itu disiapkan untuk alur naik turun penumpang kendaraan pribadi berpindah ke transportasi publik. ’’Fasilitas lay bay dibuat agar tidak terjadi penumpukan penumpang yang berpotensi menyebabkan kemacetan. Lay bay disediakan sebagai tempat berhenti sementara bagi kendaraan yang akan menurunkan penumpang,’’ terang Syafrin.
Namun, dalam kondisi tertentu, Syafrin mengakui, bisa terjadi over capacity. Misalnya, di jam sibuk pagi dan sore hari, karena volume kendaraan berlebih atau berhenti cukup lama yang memicu antrean panjang. ’’Seperti antrean di Stasiun MRT Lebak Bulus pada Selasa (25/2) pagi. Hal ini terjadi akibat volume kendaraan yang padat di area lay bay,’’ katanya.
Saat kemacetan terjadi, Wakil Gubernur DKI Rano Karno berkunjung ke sana. Lantaran kemacetan itu, Rano Karno disebutkannya harus turun lebih cepat dari mobil karena antrean panjang yang sudah terjadi sebelum tiba.
’’Tidak ada pengondisian untuk mengosongkan jalur antrean. Melihat antrean yang cukup panjang, Pak Wagub langsung turun agar lebih cepat menaiki MRT dari stasiun Lebak Bulus menuju Bundaran HI. Kemudian, mobil rangkaian yang membawa Pak Wagub dan rombongan diarahkan langsung bergerak menuju Balai Kota,’’ katanya.
Meski begitu, Syafrin menyebutkan, pihaknya akan terus berkoordinasi terkait kegiatan pengawalan di tempat umum dengan tetap memprioritaskan kenyamanan publik. ’’Tentunya, ini jadi bahan evaluasi bagi kami bersama semua pihak untuk mengatur aspek teknis dalam pengawalan maupun setelahnya agar tidak mengganggu kenyamanan warga. Karena ini merupakan fasilitas publik, tentu publik pula yang harus jadi prioritas,’’ imbuhnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi