JawaPos.com – Rencana besar perluasan jaringan MRT Jakarta hingga ke Bekasi kembali berlanjut. Proyek ini juga merupakan bagian dari pengembangan MRT lintas Timur – Barat yang akan menghubungkan Jakarta dengan kota-kota penyangga. Konstruksi tahap awalnya dijadwalkan mulai pada tahun 2026.
Proyek ini tengah memasuki Fase 1 Tahap 1 dengan rute dari Tomang, Jakarta Barat hingga Medan Satria, Bekasi. Jalur ini akan menjadi salah satu koridor penting yang menghubungkan kawasan padat perkantoran dengan wilayah sub-urban. Kehadirannya diharap mampu memperlancar mobilitas warga.
Total panjang jalur yang akan dibangun mencapai 30,4 kilometer. Pembangunannya mencakup jalur utama Tomang – Medan Satria sepanjang 24,5 kilometer dan jalur menuju depo MRT di Rorotan sepanjang 5,9 kilometer. Rorotan, Jakarta Utara nantinya akan menjadi lokasi pusat perawatan dan operasional rangkaian MRT untuk lintas Timur–Barat.
Baca Juga: Pendatang Diminta Tak Datang Tanpa Rencana, DPRD Soroti Ketatnya Persaingan di Bandung
Di sepanjang jalur tersebut akan dibangun 21 stasiun pemberhentian. 13 diantaranya, yaitu stasiun wilayah Tomang – Grogol dan Cempaka Baru – Medan Satria, merupakan stasiun layang. Sedangkan 8 stasiun bawah tanah akan dibangun di sepanjang jalur Roxy – Galur.
Konstruksi awal akan difokuskan pada paket pekerjaan 104-109, yaitu jalur bawah tanah sekitar koridor Thamrin hingga Senen. Selain itu, tahap awal juga mencakup pembangunan depo MRT di Rorotan. Ini merupakan infrastruktur penting untuk memastikan MRT jalur Bekasi–Tomang bisa beroperasi secara optimal.
Stasiun Thamrin yang dibangun pada tahap awal menjadi stasiun terpanjang yang ada di jalur MRT Timur–Barat. Stasiun ini akan memiliki panjang sekitar 400 meter dengan 10 pintu masuk yang tersedia. Selain itu, di stasiun ini juga terdapat zona komersil yang disiapkan sepanjang 200 meter.
Baca Juga: Izin BRT Dibekukan, DPRD Bandung Kritik Perencanaan dan Kualitas Proyek
Pihak MRT mewujudkan integrasi antar moda transportasi melalui pembangunan tahap awal awal ini. Stasiun MRT Thamrin dirancang agar terhubung langsung dengan layanan Transjakarta. Selain itu, stasiun ini juga akan menjadi penghubung antara MRT jalur Utara–Selatan dengan jalur Timur–Barat.
Kehadiran MRT hingga ke Bekasi dasarnya memang untuk melengkapi keberadaan LRT Jabodebek yang sudah lebih dulu beroperasi. Kedua moda transportasi ini nantinya akan melayani koridor yang berbeda sehingga tidak saling tumpah tindih. Selain itu, pembangunan jalur baru ini juga akan memberikan pilihan alternatif perjalanan yang lebih beragam bagi masyarakat.
Jalur MRT Timur–Barat sendiri dirancang untuk menjangkau wilayah Bekasi bagian utara dan timur. Sementara itu, LRT Jabodebek lebih banyak melayani rute di wilayah selatan dan barat Bekasi. Dengan pembagian ini, kehadiran keduanya diharapkan bisa saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat.
Jumlah penduduk Jabodetabek yang sangat besar membuat kebutuhan transportasi publik terus meningkat. Kehadiran berbagai moda transportasi yang saling terintegrasi dapat membentuk jaringan transportasi yang lebih kuat. Dengan hadirnya proyek baru MRT Timur–Barat, juga diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi masalah kemacetan yang ada di Jakarta dan sekitarnya.
Editor : Bintang Pradewo