JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung memerintahkan jajarannya untuk gencar menagih pajak kendaraan bermotor (PKB) di Jakarta. Tidak hanya pajak tahun ini, penagihan juga digencarkan terhadap wajib pajak yang menunggak.
’’Karena bagi saya pribadi, pajak itu adalah kepatuhan,’’ terang Pram, sapaan akrab Pramono Anung.
Tidak main-main, Pram juga menegaskan, akan mempersulit wajib pajak PKB yang menunggak di Jakarta. Baik untuk parkir, hingga mengisi bahan bakar minyak. ’’Dalam jangka pendek ini, orang yang tidak bayar pajak di Jakarta akan kesulitan. Kenapa? begitu dia mengisi bensin, ada barcode yang akan membaca bahwa mobilnya belum bayar pajak. ketika dia parkir juga akan ketahuan mobilnya tidak bayar pajak.
Pram juga memikirkan untuk mempersulit kendaraan yang belum bayar pajak untuk menggunakan jalan tol. sama dengan parkir dan pengisian bensin, Pram menyebutkan akan menggunakan barcode untuk mengetahui kendaraan itu sudah bayar pajak atau belum saat menggunakan jalan tol.
’’Ketika dia menggunakan jalan tol, begitu dia bayar, barcode terbaca, mobil terbaca, ketahuan mobilnya belum bayar pajak. mungkin saya akan dimusuhi yang belum bayar pajak, tapi saya akan terima kasih untuk itu,’’ jelasnya.
Menurut dia, cara itu merupakan upaya Pemprov DKI untuk memperbaiki sistem perpajakan yang banyak menunggak di jakarta.
’’Karena, rata-rata yang tidak bayar pajak itu mobil kedua ketiga atau motor kedua ketiga yang mereka menghindari gage (ganjil-genap) dan sebagainya,’’ tambahnya. Karena itu, dia tidak mau mengeluarkan kebijakan untuk memutihkan tunggakan PKB di Jakarta.
’Karena, kalau kemudian ini kami putihkan, maka kemacetan Jakarta akan semakin tinggi,’’ ujarnya. Karena itu, dia secara terbuka menyampaikan bahwa pemprov dki tidak akan memutihkan pajak, melainkan mengejar siapa pun yang menunggak pajak.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi