JawaPos.com – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jakarta pada semester I 2025 tercatat 6,18 persen atau 338.390 orang. Sebagai solusi mengatasi pengangguran itu, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI bersama Komisi B DPRD DKI menyepakati program Magang Kerja tahun 2026.
Ketua DPRD DKI Khoirudin mendukung adanya Program Magang Kerja bagi lulusan SMA dan SMK tersebut. Program tersebut dinilai bisa menjadi solusi awal untuk menekan angka pengangguran yang angkanya lebih dari 6 persen tersebut.
Menurut Khoirudin, tingkat pengangguran di Jakarta saat ini sudah melampaui batas toleransi.’’Toleransinya itu 3 persen, saat ini lebih dari 6 persen. Ini harus segera dicarikan solusi bersama,” terangnya.
Karena itu, dia sangat mendukung adanya program itu. Terlebih, melalui program itu, lulusan SMA dan SMK Jakarta bisa mendapatkan pengalaman sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja. ’’Program magang itu bagus sebagai persiapan. Siapa tahu dari peserta magang ada yang dinilai baik lalu langsung diterima bekerja,” katanya.
Program magang tersebut disiapkan bagi 1.000 lulusan SMA dan SMK Jakarta dengan durasi enam bulan. Selama mengikuti program, peserta akan ditempatkan di perusahaan swasta maupun BUMD dan memperoleh uang saku sebesar 2,5 juta per bulan. Total anggaran yang disiapkan sekitar Rp 15 miliar.
Selain program magang, dia juga mendorong Disnakertransgi memberikan banyak pelatihan kepada masyarakat. Dengan begitu, selain jadi karyawan, masyarakat juga bisa menciptakan lapangan kerja ke depannya.
Misalnya, pelatihan barista atau pembuat kopi (coffeemaker) yang kini diminati. ’’Program pelatihan barista ini cukup laku dan sudah berjalan terus-menerus. Bahkan, banyak alumninya yang bekerja di luar negeri seperti Maroko,” terang Khoirudin.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, DPRD DKI berharap Disnakertransgi bisa mengurangi persentase pengangguran tersebut. ’’Kami targetkan penurunan bertahap. Minimal turun 1 persen tahun depan,” terangnya. Dengan begitu, saat Jakarta berusia 500 tahun, dua tahun mendatang, angka pengangguran bisa kembali normal, kisaran 3 persen.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi