Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Rano Sebut Kemang Terancam Tenggelam Jika Normalisasi Kali Krukut Tidak Dilakukan

Arief Indra Dwisetyadi • Sabtu, 22 November 2025 | 20:53 WIB

 

Petugas dari Dinas Sumber Saya Air DKI memperbaiki tanggul sungai Krukut di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Petugas dari Dinas Sumber Saya Air DKI memperbaiki tanggul sungai Krukut di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

JawaPos.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan perlunya langkah tegas untuk menangani banjir yang terus berulang di sejumlah titik ibu kota. Di antaranya, kawasan Kemang dan Pondok Karya, Jakarta Selatan.

Menurut dia, salah satu penyebab utama banjir di wilayah tersebut terus berulang adalah penyempitan Kali Krukut yang semakin parah dari tahun ke tahun.

“Kali Krukut itu awalnya 20 meter. Sekarang tinggal 6 meter, bahkan ada yang 3 meter. Tidak bisa kalau tidak dilakukan normalisasi,” terang Rano.

Menurut Politisi PDI Perjuangan itu, titik-titik yang mengalami banjir berulang itu sudah dibahas dalam rapat terbatas (ratas). Dalam rapat itu, Gubernur DKI Pramono Anung berbisik kepadanya bahwa Jakarta harus mengambil langkah tegas.

“Dari zaman siapapun, tahun ke tahun terjadi banjir di Kemang dan Pondok Karya. Makanya, saya bilang ke pak gub, “Mas kita semua support, OPD juga support untuk ambil keputusan,” cerita Rano.

Dalam rapat itu juga Rano mengetahui bahwa langkah normalisasi Kali Krukut itu harus segera diwujudkan. “Kalau tidak dilakukan normalisasi, by the way, daerah Kemang akan tenggelam,” jelasnya. Karena itu, normalisasi Kali Krukut akan dilakukan pada 2026 mendatang.

Lebih lanjut, Rano menjelaskan bahwa permukaan tanah yang rendah membuat Jakarta kesulitan menghadapi tiga ancaman banjir. Yakni, banjir akibat peningkatan air muka air laut atau rob, banjir akibat curah hujan tinggi, hingga banjir kiriman dari daerah penyangga.

“Kalau itu sudah terjadi, kita cuma bisa menyediakan mesin pompa. Sekarang mesin pompa kita sediakan, mau buangnya juga kemana? Lautnya naik, sungainya penuh, itulah Jakarta,” jelasnya.

Oleh karena itu, sebagai salah satu langkah antisipasi Jakarta adalah membenahi 13 sungai yang ada di Jakarta. “Pembenahan ini yang terus kami sosialisasikan,” ujarnya. Tanpa pembenahan dengan normalisasi itu, musibah banjir akan selalu mengancam Jakarta. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#rano karno