JawaPos.com - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Natal Bersama tahun ini. Acara dipusatkan di TMII Jakarta Timur (29/12). Kegiatan Natal Bersama berlangsung khidmat dan diikuti ribuan umat Kristen. Pada sesi perayaan, umat beragama lain juga ikut hadir menyaksikan sejumlah penampilan kebudayaan.
Menag Nasaruddin Umar hadir secara langsung pada malam itu. Hadir juga Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha. Pada saat sesi perayaan Natal Bersama, Giring membawa kejutan dengan menyumbangkan lagu Laskar Pelangi.
Dalam pidatonya Nasarudin mengatakan biasanya Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik Kemenag menggelar perayaan Natal sendiri-sendiri. Tahun ini digagas Natal Bersama, sebagai wujud toleransi dan kehidupan umat beragama yang harmonis.
Dia menegaskan pada saat sesi ibadah, umat beragama melaksanakan sendiri-sendiri sesuai dengan keyakinannya. Tetapi pada saat perayaan, semua umat beragama bisa hadir untuk memeriahkannya.
Nasaruddin mengatakan sedianya Natal Bersama yang digelar untuk pertamakali itu, didesain lebih mewah dan meriah. "Tetapi tahun ini kita sedang prihatin," katanya. Karena masyarakat di Aceh, Sumut, dan Sumbar masih berduka akibat bencana alam banjir bandang.
Pada momen itu Nasaruddin mengajak umat beragama untuk mendoakan korban bencana alam di tiga provinsi itu. Selain memanjatkan doa, juga membantu meringankan beban korban bencana.
Dia mencontohkan masyarakat di Papua ikut menggalang bantuan bagi korban bencana Sumatera. "Dari masyarakat di Indonesia timur, untuk saudaranya di Indonesia barat. Inilah Indonesia," katanya.
Sementara itu Dirjen Bimas Kristen Kemenag Jeane Marie Tulung mengatakan, Natal Bersama itu mengambil tema Sea Light Christmas: Love in God, Harmony Together. Tema ini mengajak umat menghadirkan terang kasih Tuhan sebagai pemersatu, penguat solidaritas, serta peneguh harmoni kehidupan berbangsa
Menurut Jeane, Festival Kasih Nusantara tidak hanya sekadar sebagai perayaan seremonial. Tetapi sebagai gerakan iman, kasih, dan kerukunan yang berdampak nyata bagi umat dan bangsa.
Dia menjelaskan rangkaian kegiatan itu juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Kemenag. Khususnya penguatan kerukunan umat beragama, cinta kemanusiaan, layanan keagamaan berdampak, serta ekoteologi.
“Kegiatan ini menjadi komitmen kami untuk terus memperkuat kerukunan dan cinta kemanusiaan melalui aksi nyata lintas iman,” ujarnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi