Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Badan Bank Tanah Teken MoU dengan Gubernur Bengkulu, Dorong Investasi dan Percepatan Pembangunan

Ilham Dwi Ridlo Wancoko • Selasa, 13 Januari 2026 | 22:17 WIB
Plt Kepala Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menandatangani nota kesepakatan untuk pengelolaan lahan terlantar di Bengkulu, Selasa (13/1) di Hotel Pan Pacific, Jakarta
Plt Kepala Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menandatangani nota kesepakatan untuk pengelolaan lahan terlantar di Bengkulu, Selasa (13/1) di Hotel Pan Pacific, Jakarta

JawaPos.com – Plt Kepala Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang optimalisasi pengelolaan tanah dalam rangka pembangunan di Provinsi Bengkulu. Kedua belah pihak berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemanfaatan tanah negara secara transparan.

“Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar pemanfaatan tanah negara dapat mendukung percepatan pembangunan daerah, meningkatkan investasi, serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Bengkulu,” kata Hakiki di Jakarta, Selasa (12/1).

Hakiki menyampaikan, sebagai bagian atas tindak lanjut nota kesepahaman ini, Badan Bank Tanah akan sinergi pemanfaatan bersama Pemprov Bengkulu atas Hak Pengelolaan (HPL) di Bengkulu. Rencananya, HPL seluas 397 ha akan disinergikan.

"Langkah ini merupakan komitmen bersama pemerintah daerah dan Forkopimda dalam mendukung percepatan pembangunan daerah dengan tata kelola yang baik dan benar," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan, kerja sama ini diharapkan mampu mendorong realisasi berbagai program pembangunan di Provinsi Bengkulu, khususnya pada sektor infrastruktur, pelayanan publik, dan pengembangan ekonomi daerah.

“Dengan dukungan Badan Bank Tanah, kami berharap pengelolaan tanah dapat dilakukan lebih tertib, berkeadilan, dan berdampak langsung bagi masyarakat Bengkulu,” ungkapnya.

Gubernur Helmi menambahkan, pembangunan di Provinsi Bengkulu sudah sangat cepat. Banyak infrastruktur yang telah dibangun guna mendukung pertumbuhan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Perkembangan besar (di Bengkulu) pasti ada dampak. Tentu kita tidak bisa melakukannya sendiri dan butuh bantuan semua pihak, salah satunya Badan Bank Tanah," katanya.

Dengan penandatanganan nota kesepakatan ini, Helmi berharap pemprov hingga pemerintah desa menjadi lebih berdaya. "Kami ucapkan terima kasih dan kami berharap bisa mengoptimalkan tanah negara agar punya nilai ekonomi, sosial yang lebih tinggi. Apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Tanah atas sinergi yang terjalin saat ini," tutur dia.

Sebagai informasi, sejumlah indikator makro ekonomi di Bengkulu mencerminkan tujuan tersebut. Realisasi investasi di Bengkulu per triwulan II 2025 tercatat sebesar Rp 901 miliar atau naik 12,26 persen dari triwulan sebelumnya. Data BPS menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu per triwulan III 2025 mencapai 4,56 persen.(idr/oni)

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Hakiki Sudrajat