JawaPos.com - Tren kopi di Jakarta terus bergerak cepat dan hampir selalu melahirkan “menu andalan” baru. Kalau mundur beberapa tahun ke belakang, kopi susu pernah jadi primadona yang ada di hampir setiap coffee shop.
Rasanya yang manis, creamy, dan mudah diterima banyak orang bikin minuman ini cepat viral. Hampir semua brand berlomba-lomba menghadirkan versi terbaik mereka, dari yang klasik sampai yang dikreasikan dengan berbagai varian gula aren.
Seiring waktu, selera mulai bergeser. Banyak penikmat kopi yang mulai mencari opsi yang lebih “bersih” tanpa tambahan gula. Dari situ, americano mulai naik daun. Rasanya yang lebih bold dan pahit justru dianggap lebih autentik dan mencerminkan karakter asli kopi.
Baca Juga: Lagi Tren, Ini Tips Ikut Event Lari untuk Pemula Biar Nggak Tumbang di Tengah Jalan
Menariknya, tren ini tidak berhenti di situ. Americano kemudian berkembang dengan berbagai twist, mulai dari tambahan citrus sampai buah-buahan lain yang memberi sensasi segar.
Dari eksplorasi tersebut, lahirlah berbagai varian kopi yang lebih eksperimental dan kompleks. Coffee shop tidak lagi sekadar menyajikan kopi sebagai minuman, tapi juga sebagai pengalaman rasa.
Di tengah tren ini, muncul satu nama yang belakangan mulai banyak dibicarakan, yaitu mont blanc. Menu ini perlahan mencuri perhatian karena tampilannya yang unik sekaligus rasa yang berbeda dari kopi pada umumnya.
Mont blanc coffee sendiri merupakan tren minuman kopi es yang berasal dari Melbourne, Australia. Minuman ini memadukan kopi hitam dingin, seperti cold brew atau americano, dengan lapisan sweetened heavy cream yang lembut di bagian atas.
Baca Juga: Main Bareng Anabul Makin Seru di Como Park, Taman Pet Friendly Kekinian
Tidak berhenti di situ, bagian paling atasnya biasanya diberi parutan kulit jeruk atau orange zest yang memberikan aroma segar sekaligus sedikit sentuhan sitrus.
Perpaduan ini menghasilkan rasa yang cukup khas. Ada karakter kopi yang tetap terasa clean dan bold dari base-nya, lalu dilapisi dengan sensasi creamy yang lembut dan sedikit manis.
Sementara itu, orange zest memberikan dimensi aroma yang fresh, bikin minuman ini terasa lebih ringan dan tidak enek. Banyak yang menyebut mont blanc sebagai versi kopi dari dessert karena rasanya yang kompleks tapi tetap easy to drink.
Sejumlah coffee shop di Jakarta mulai menghadirkan versi mereka masing-masing. Kurasu misalnya, menawarkan mont blanc dengan topping yang creamy dan tekstur yang cukup indulgent, cocok buat yang suka kopi dengan sentuhan dessert. Sementara Nitro lebih menonjolkan karakter kopi yang strong dan rich, sehingga rasa kopinya tetap dominan meski dipadukan dengan elemen lain.
Di sisi lain, Titik Temu Coffee menghadirkan mont blanc dengan aroma yang lebih fragrant dan ringan, memberikan pengalaman yang lebih balanced. Brand seperti Djournal Coffee dan Fore Coffee juga ikut meramaikan tren ini dengan pendekatan yang konsisten, menawarkan rasa yang familiar tapi tetap menarik untuk dicoba.
Tidak ketinggalan, Common Grounds hadir dengan versi yang terasa lebih premium, baik dari segi bahan maupun penyajian. Menariknya, tren ini juga tidak hanya berhenti di coffee shop kelas atas. Kopi Jago misalnya, menghadirkan opsi yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan rasa, sehingga mont blanc bisa dinikmati oleh lebih banyak kalangan.
Baca Juga: Tim Verifikator Adiwiyata Cek SMPN 12 Jakarta, Memastikan Sekolah Benar-benar Berbudaya Lingkungan
Melihat perkembangan ini, mont blanc tampaknya cocok untuk penikmat kopi yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda, terutama yang berada di antara dua dunia, yaitu kopi dan dessert. Buat yang biasanya minum kopi hitam mungkin akan menemukan sensasi baru, sementara yang sebelumnya suka kopi susu bisa menikmati versi yang lebih kompleks tanpa terasa terlalu manis.
Tren kopi sendiri kini terasa semakin masif dan beragam. Dari yang sederhana dan terjangkau hingga yang premium dengan konsep yang lebih eksperimental, semuanya punya pasar masing-masing. Mont blanc menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi terus muncul mengikuti selera penikmat kopi yang semakin berkembang. Nah, kamu sendiri sudah coba mont blanc, atau masih setia dengan menu favoritmu?
Editor : Bintang Pradewo