Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Usai Insiden JPO Tendean, Pengamat Transportasi Soroti Banyak JPO di Jakarta yang Perlu Direvitalisasi

Antara • Kamis, 16 Juli 2026 | 21:39 WIB
Salah satu JPO di Jakarta. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom)
Salah satu JPO di Jakarta. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom)

JawaPos.com – Pengamat transportasi Darmaningtyas meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di ibu kota. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kelayakan serta keselamatan infrastruktur bagi para pejalan kaki.

Menurut Darmaningtyas, banyak JPO di Jakarta yang sudah berusia tua sehingga tidak lagi mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.

"Memang secara objektif banyak JPO di Jakarta ini yang sudah harus direvitalisasi. Coba Anda misalnya ke JPO Kramat Jati, Pasar Kramat Jati, JPO di Lenteng Agung sisi barat. Saya kira itu JPO-nya sudah terlalu tua dan terlalu sempit, sehingga tidak sesuai dengan mobilitas," kata Darmaningtyas saat dihubungi, Kamis (16/7).

Minta Evaluasi Menyeluruh

Darmaningtyas menilai kondisi tersebut harus segera ditindaklanjuti melalui audit atau evaluasi terhadap seluruh JPO di Jakarta. Hasil evaluasi itu nantinya dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan jembatan yang masih layak digunakan maupun yang perlu direvitalisasi atau diganti.

"Itu juga sudah harus dievaluasi. Jadi saran saya, Pemprov DKI lewat Dinas Bina Marga melakukan evaluasi semua JPO yang ada di Jakarta. Mana-mana yang masih bisa dipertahankan, dan mana yang tidak," ujarnya.

Menurutnya, langkah preventif jauh lebih baik dibandingkan menunggu terjadinya kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

Jangan Tunggu Korban

Darmaningtyas mengingatkan pemerintah agar menjadikan keselamatan pengguna JPO sebagai prioritas utama. Ia menilai evaluasi rutin terhadap kondisi infrastruktur pejalan kaki harus dilakukan sebelum terjadi insiden yang lebih serius.

"Jangan sampai menunggu korban, misalnya roboh membawa korban, baru kemudian timbul reaksi. Jadi, lebih baik dilakukan evaluasi sejak dini," tegasnya.

Usulan tersebut muncul setelah insiden JPO Tendean yang rusak akibat tertabrak truk pengangkut alat berat. Peristiwa itu memicu sorotan terhadap kondisi sejumlah JPO di Jakarta, termasuk perlunya evaluasi struktur bangunan, peningkatan standar keselamatan, serta percepatan revitalisasi bagi JPO yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.

Editor : Edy Pramana
jpo tendean pengamat transportasi jpo