JawaPos.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bersyukur serta mengapresiasi kinerja jajarannya sehingga berbuah sejumlah penghargaan sepanjang 2025 ini. Namun, tugas Kemenag masih panjang. Khususnya tugas untuk semakin mendekatkan umat beragama dengan agama masing-masing.
Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin dalam Dialog Media Refleksi Kinerja 2025 di Jakarta (23/12). Dia sendiri menghitung, dalam kurun November sampai bulan ini, Kemenag memperoleh sedikitnya tujuh penghargaan. Baik dari lembaga pemerintah maupun swasta. Dia bersyukur atas penghargaan tersebut.
Namun, Nasaruddin menegaskan, tugasnya bukan untuk dapat penghargaan atau award sebanyak-banyaknya. Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, tugas utama Kemenag saat ini adalah mendekatkan umat dengan agama. Bagaimana supaya umat beragama semakin akrab dan mesra dengan nilai-nilai yang diusung oleh agama masing-masing.
Baca Juga: Kemenag Sudah Sertifikasi 101 Ribuan Guru, Menyusul 600 Ribu Lagi pada 2026 dan 2027
’’Selama umat masih berjarak dengan agama, tugas Kemenag masih belum selesai,’’ katanya. Untuk saat ini, dia menilai umat bergama masih berjarak dengan agama. Dia menegaskan, Kemenag harus bekerja ekstra keras lagi supaya umat beragama lebih akrab lagi dengan agama yang dianut masing-masing.
Nasaruddin menuturkan, kedekatan atau keakraban umat beragama dengan agama sangat penting. Tidak hanya terkait dengan akhirat saja. Dia menjelaskan, ketika umat beragama sudah akrab dengan nilai-nilai agama, bisa mengatasi sejumlah persoalan. ’’Bisa menekan kriminalitas, meningkatkan produktifitas, dan lainnya,’’ katanya.
Mantan Wakil Menteri Agama (Wamenag) itu juga menyinggung soal Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB). Dia bersyukur tahun ini IKUB mengalami kenaikan lagi. Menurut dia, kerukungan umat beragama juga sangat penting. Sebesar apapun potensi sebuah negara, dampaknya tidak akan bisa dirasakan jika masyarakatnya tidak rukun.
Hasil IKUB 2025 itu diumumkan pada momen Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 yang mengangkat tema Toward a Loving Future Ummah di Jakarta pada 22 Desember malam. Hasilnya, IKUB tahun ini 77,89 poin. Ini jadi skor tertinggi sejak survei dijalankan pada 2015 lalu.
Angka KUB nasional dalam 11 tahun terakhir adalah, 75,36 poin (2015), 75,47 poin (2016), 72,27 poin (2017), dan 70,90 poin (2018). Kemudian 73,83 poin (2019), 67,46 poin (2020), 72,39 poin (2021), 73,09 poin (2022), 76,02 poin (2023), dan 76,47 poin (2024). (wan/oni)
Editor : Arief Indra Dwisetyadi