Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Indonesia Terpilih Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Bela Diri Kun Khmer 2025, Usulkan Nama Kejuaraan Piala Presiden Prabowo Subianto

Rizky Ahmad Fauzi • Sabtu, 25 Januari 2025 | 22:41 WIB
Pengurus Besar Federasi Kun Khmer Indonesia (PB FKKI) berfoto bersama.
Pengurus Besar Federasi Kun Khmer Indonesia (PB FKKI) berfoto bersama.

JawaPos.com - Setelah berdiri pada akhir 2023, Pengurus Besar Federasi Kun Khmer Indonesia (PB FKKI) terus berinovasi untuk mengembangkan okehraga bela diri asal Kamboja tersebut.

Ketua Umum PB FKKI Sudirman beberapa agenda sudah disiapkan utuk menggelorakan olahraga Khun Kmer. Pertama, pihaknya akal menggelar Kejurnas III yang berlangsung di Lampung pada Mei. Setelah itu, ada ASEAN Khun Khmer Military Championship, alias atlet Khun Kmer dari militer di Kamboja pada Juni.

Puncaknya, Sudirman menyebutkan bahwa Indonesia mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Kun Khmer pada November 2025 yang rencananya berlangsung di Bali. Indonesia bisa menjadi tuan rumah usai mengungguli dua kandidat lain, Kanada dan Kyrgyzstan.

Sudirman melaniutkan, dalam event ini, pihaknya berkeinginan nama event adalah Piala Presiden Prabowo Subianto sebagai supremasi tertinggi dan sudah disetujui oleh Federasi Internasional Khun Khmer.

"Pak Presiden Prabowo kami tahu sebagai negarawan dan mencintai olahraga. Semoga surat disambut baik," ucapnya saat syukuran penempatan kantor sekretariat baru Kun Khmer di Gedung Ratu Prabu 1, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (25/1).
Saat ini, pohaknya sudah bergerak secara swadaya. Karenanay, pihaknya berharap dukungan oemerintah dan respon dunia usaha untuk bisa lebih menggaungkan event Khun Khmer.

"Saya yakin olahraga ini akan maju. Karena cikal bakalnya ada. Kami membina dari bawah. Kami harap semua federasi di 95 negara bisa ikut berparbtisipasi," ucapnya.

Kun Khmer Indonesia kini sudah memiliki 1 dan 7 Pengurus Provinsi (Pengprov) yang aktif, dengan pelatihan tevknis yang dijalankan rutin untuk atlet dan wasit.

Sudirman berharap bahwa Kun Khmer dapat diterima oleh KONI dan diakui sebagai cabang olahraga yang bisa membawa prestasi Indonesia ke pentas dunia.

"Untuk keanggotaan, kami akan berusaha mengusulkan lagi ke KONI Pusat KOI. Dengan ditambah persyaratan formil sebagai unsur pertama sebagai anggota koni kami lewati. Saya tahu persis karena pernah di KONI era Ketum Pak Tono Suratman," katanya.

Sementara itu, atlet Kun Khmer Indonesia, Muhammad Uchida Sudirman, yang sempat absen dari pertandingan karena pemulihan cedera, diprediksi akan kembali berkompetisi dengan persiapan teknik yang semakin matang.

“Insya Allah, tahun ini saya akan kembali fokus pada seni bela diri Kun Khmer dan berharap bisa berprestasi lebih baik di Kejuaraan Dunia mendatang,” kata atlet yang pernah berseragam Persija Jakarta itu.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi