JawaPos.com – Pemprov DKI mewujudkan pembangunan masjid di Balai Kota, pada 2016 lalu. Seiring dengan visi itu, masjid yang dibangun saat Pemprov DKI dipimpin oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama itu terus berusaha menjadi tempat yang nyaman buat ASN mengisi nilai-nilai spiritualnya.
Masjid Fatahillah dulunya merupakan musala bagi aparatur sipil negara (ASN) Pemprov DKI. Lantaran keterbatasan ruang, Pemprov DKI saat itu dipimpin Basuki Tjahaja Purnama membangun musala itu menjadi masjid. Pembangunan dimulai September 2015 dan diresmikan pada Januari 2016, dengan alokasi dana melalui APBD DKI sebesar Rp 18,8 miliar.
’’Dulu ini musala Fatahillah, jadi namanya sama. Kemudian di-upgrade menjadi masjid. Dulu kita Salat Jumat di sana. Kami kondisikan podiumnya di sana. Kemudian ketika ini jadi masjid, kita tarik podium ke sini,’’ terang Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Fatahillah Balai Kota DKI Amirudin.
Lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala Sekretariat Korpri Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI, Amirudin menuturkan, dengan pembangunan itu, maka kapasitas masjid menjadi besar. Yakni, bisa menampung sebanyak dua ribu jamaah.
’’Kalau atas penuh, bawah penuh, terus selasar penuh, itu sekitar 2 ribuan. Cukuplah untuk ASN DKI,’’ katanya.
Tidak hanya untuk salat, Masjid Fatahillah juga memiliki visi dan misi yang besar. Yakni, menjadi tempat ASN untuk meningkatkan spiritualnya. ’’Kami ingin masjid ini jadi tempat yang nyaman ya, buat ASN untuk mengisi nilai-nilai spiritual. Misalnya di tengah-tengah kesibukan kerja,’’ imbuhnya.
Mereka terus berusaha meningkatkan sarana dan prasarana masjid. Di antaranya, memperbaiki karpet hingga ruangan. ’’Kemudian, kami juga ada fasilitas minum di depan, minum gratis itu kami sediakan. Itu dalam rangka memberikan layanan. Jadi visi kita ke depan sih, masjid ini menjadi tempat yang nyamanlah untuk ASN,’’ ujarnya.
Makanya, dalam bulan suci Ramadan, mereka juga ada program khusus. Pertama, pembagian 100 paket takjil dan nasi box setiap harinya. ’’Itu kami siapkan, untuk teman-teman cleaning service atau ada teman-teman ASN yang kebetulan lembur ya. Atau ada orang yang membutuhkannya,’’ katanya.
Selain itu, mereka juga ada kegiatan Salat Tarawih selama satu bulan. ’’Di bulan suci Ramadan ini, kami juga ada kegiatan aktualisasi nilai-nilai Ramadan yang kami laksanakan selama 16 kali ya. Itu dari mulai Senin sampai Kamis. Kemudian, hari Jumat kan ada Salat Jumat,’’ imbuhnya.
Tidak hanya keimanan, mereka juga berusaha meningkatkan ekonomi masyarakat. Yakni, dengan menggandeng UMKM. ’’Untuk berbagi takjil, itu UMKM kami berdayakan, itu bergantian UMKM penyedianya. Lalu, di luar Ramadan, kami juga ada Jumat berkah. Itu juga UMKM kami berdayakan,’’ katanya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi