JawaPos.com - Pemprov DKI terus meningkatkan kemudahan layanan transportasi publik sekaligus memperluas akses literasi di Jakarta. Yakni, dengan menyiapkan ruang baca di Stasiun Pegangsaan Dua serta implementasi QRIS Tap naik LRT Jakarta.
Gubernur DKI Pramono Anung menuturkan, implementasi QRIS Tap merupakan bagian penting dari transformasi mobilitas kota menuju sistem yang lebih modern, cepat, praktis, dan aman. Kehadiran fitur ini menambah pilihan pembayaran yang lebih mudah bagi pengguna.
“Ini (LRT Jakarta) memang masih pendek ya, sekitar 6 kilometer. Tapi, nanti kalau sampai Manggrai, akan banyak yang bisa gunakan QRIS Tap naik LRT Jakarta,” terangnya.
Memang, layanan LRT Jakarta Fase saat ini baru Pegangsaan Dua-Velodrome, tahun depan akan dioperasikan hingga Manggarai, yang saat ini masih pembangunan.
Terkait rencana pengembangan LRT Jakarta ke depan, Pemprov DKI sedang mempertimbangkan dua opsi. Yakni, melanjutkan rute dari Pegangsaan Dua ke JIS ataukan melanjutkan Manggarai ke Dukuh Atas.
“Minggu depan dalam rapat, saya akan segera putuskan. Karena memang nggak boleh terlalu lama,” tegasnya.
Sementara untuk ruang baca, Pramono menambahkan bahwa konsep serupa akan hadir di lebih banyak lokasi. “Di taman-taman pun akan kita buka. Saya ingin warga Jakarta punya kesempatan luas memanfaatkan ruang baca,” imbuhnya.
Selain meningkatkan layanan itu, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) melakukan penanaman pohon bersama Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia.
Kegiatan itu dilaksanakan di Area Taman Gedung MCC, Kelapa Gading. “Ini jadi bagian dari komitmen Jakpro dalam mendukung penghijauan kota serta tanggung jawab sosial atas pembangunan LRT Jakarta Fase 1B,” ujar Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro Dian Takdir Badrsyah.
Ada sebanyak 5.585 pohon telah diserahkan Jakpro kepada Distamhut sebagai bagian dari program rehabilitasi lingkungan. Jenis tanaman yang dipilih menyesuaikan karakter vegetasi Jakarta serta memiliki manfaat dalam menyerap polusi dan meningkatkan kualitas udara.
“Pembangunan infrastruktur seperti LRT Jakarta Fase 1B tentu membawa dampak sementara bagi lingkungan. Karena itu, kami memastikan langkah pemulihan dan rehabilitasi dilakukan secara terukur, salah satunya dengan penanaman pohon dan kolaborasi strategis bersama Distamhut,” ujarnya.