Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Banjir Meluas, Kemensos Salurkan Bantuan ke Sitaro dan Banjar

Zalzilatul Hikmia • Selasa, 6 Januari 2026 | 20:40 WIB

Keterangan Foto   Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) turun langsung ke lokasi bencana banjir di Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
Keterangan Foto Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) turun langsung ke lokasi bencana banjir di Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.


JawaPos.com – Pemerintah gerak cepat merespon musibah banjir yang terjadi di sejumlah daerah. Melalui Kementerian Sosial (Kemensos), bantuan banjir telah dikirim untuk para korban di Sitaro, Sulawesi Utara hingga Banjar, Kalimantan selatan.

Di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, banjir bandang menerjang 4 kecamatan pada Senin (5/1), pukul 03.00 WITA. Peristiwa terjadi lantaran curah hujan yang sangat tinggi di wilayah Kabupaten Sitaro atau Kepulauan Siau. Banjir bandang yang membawa material batu, kayu, dan lumpur mengakibatkan kerusakan permukiman warga, fasilitas umum serta korban jiwa.

Setidaknya, 8 orang dilaporkan meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka akibat bencana yang melanda.

Adapun bantuan yang dikirim ke Sitaro meliputi kasur 100 lembar, selimut 200 lembar, makanan anak 200 paket, tenda gulung 50 lembar, family kit 200 paket, kidsware 100 paket, makanan siap saji 400 paket, lauk pauk siap saji 500 paket, hingga beras 500 kilogram.

Dalam keterangannya Selasa (5/1), Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyebut, bantuan telah dikirim pada 5 Januari 2026 dengan menggunakan jalur laut.

“Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara beserta Tagana sudah dalam perjalanan menuju Kepulauan Siau menggunakan kapal laut membawa logistik dan persiapan mendirikan dapur umum,” ujarnya.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dilakukan melalui pembelanjaan langsung lantaran akses ke lokasi menggunakan perahu dengan daya angkut terbatas. Pihaknya juga terus bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk Pemda untuk menyalurkan bantuan.

Akibat banjir bandang yang terjadi, setidaknya 91 kepala keluarga (KK) atau 392 jiwa terpaksa mengungsi di dua titik. Diantaranya, di Gereja Betabara Paseng dan Meseum Ulu. Sebanyak 37 KK atau 105 Jiwa berada di gereja dan sebanyak 54 KK atau 287 jiwa di museum.

Bupati Sitaro sendiri telah mengeluarkan SK tanggap darurat bencana banjir bandang Nomor 1 Tahun 2026. Status tanggap darurat ditetapkan mulai tanggal 5-18 Januari 2026.

Selain Sitaro, bantuan juga telah dikirim ke warga Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, yang juga terkena musibah yang sama. Bantuan diantarkan langsung oleh mensos dengan menembus genangan banjir menggunakan perahu karet. Dukungan diberikan dalam bentuk sembako dan kebutuhan lainnya.

“Penanganan lanjutan akan dilakukan berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan pemerintah daerah bersama BNPB,” katanya. Asesmen tersebut guna mendata tingkat kerusakan rumah warga sebagai dasar pemberian bantuan lanjutan.

“Setelah itu tindak lanjutnya bagi yang rusak berat tentu ada bantuan tambahan untuk membeli isian rumah, untuk program pemberdayaan, dan lain sebagainya,” sambungnya.

Ia menegaskan bahwa skema bantuan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Banjar akan disamakan dengan penanganan bencana di wilayah lain, termasuk di Sumatra. Kementerian Sosial juga sudah memberikan dukungan bantuan sesuai arahan Presiden Prabowo dan bertujuan mendukung pemulihan warga secara bertahap.

Terkait kondisi lapangan, Gus Ipul menyebutkan bahwa ketinggian air masih cukup tinggi sehingga warga dan petugas masih harus bersiaga. Pemerintah bersama seluruh petugas terus mendampingi warga untuk mengantisipasi kondisi di lapangan. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#kemensos #gus ipul #saifullah yusuf