Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Setahun Farhan–Erwin, Bandung Masih di Persimpangan Jalan

ARM • 2026-03-10 11:34:12
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung Susanto Triyogo A, S.ST., MT menilai, hingga kini Bandung masih berada di persimpangan jalan. (Humas DPRD Kota Bandung)
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung Susanto Triyogo A, S.ST., MT menilai, hingga kini Bandung masih berada di persimpangan jalan. (Humas DPRD Kota Bandung)
JawaPos.com – Setahun sudah Bandung dipimpin Wali Kota Farhan bersama Wakil Wali Kota Erwin. Harapan publik saat pelantikan kala itu membumbung tinggi. Perubahan nyata, percepatan pembenahan kota, hingga lahirnya inovasi untuk menjawab persoalan klasik menjadi janji yang dinanti warga.
Namun memasuki tahun pertama kepemimpinan, pertanyaan publik mulai mencuat. Di mana gebrakan yang dijanjikan? Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung Susanto Triyogo A, S.ST., MT menilai, hingga kini Bandung masih berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, sebagai ibu kota Jawa Barat, Bandung telah berkembang menjadi kota metropolitan dengan karakter utama jasa dan perdagangan sebagaimana tertuang dalam RTRW.
“Kota ini punya daya tarik ekonomi yang tinggi. Urbanisasi terus terjadi, sektor pendidikan, pariwisata, hingga perdagangan tumbuh pesat. Tapi di sisi lain, tantangan dasarnya belum tertangani secara optimal,” ujarnya.

Baca Juga: Alasan Tren Quiet Ramadhan 2026 Makin Digemari Generasi Muda

Ia menyoroti kepadatan penduduk yang sangat tinggi sebagai persoalan krusial. Dengan karakter high density, beban infrastruktur dan layanan publik semakin berat. Belum lagi kondisi geografis Bandung yang berada di cekungan, membuat berbagai persoalan lingkungan terakumulasi dan terpusat.
Risiko banjir, kemacetan, persoalan sampah, hingga kualitas lingkungan hidup menjadi tantangan nyata yang membutuhkan langkah cepat dan terukur. Menurutnya, publik menunggu arah kebijakan yang lebih tegas dan terintegrasi.

Baca Juga: Mudik ke Jakarta: Pemprov DKI Tawarkan Rangkaian Wisata dan Promo Libur Lebaran

“Setahun adalah waktu yang cukup untuk menunjukkan fondasi perubahan. Minimal publik bisa melihat peta jalan yang jelas dan langkah konkret yang terukur,” tegasnya.
Ia berharap, memasuki tahun kedua, kepemimpinan Farhan–Erwin tidak lagi sebatas narasi, melainkan menghadirkan terobosan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Sebab, Bandung tak bisa terus berada
Editor : Bintang Pradewo
#farhan erwin #DPRD Kota Bandung #bandung