JawaPos.com – Belakangan ini, trend “clean eating” sedang digemari oleh anak muda. Mulai dari makanan rendah kalori hingga olahan rebus dan kukusan kerap menjadi menu andalan. Trend ini justru membawa popularitas untuk beberapa jenis makanan, salah satunya ubi.
Meningkatnya minat terhadap ubi membuat varian olahannya semakin beragam. Bukan cuma dikukus atau direbus, ubi kini diolah menjadi makanan yang lebih kekinian, mulai dari brûlée, cheesecake, hingga roti dan donat isian ubi. Berbagai olahan ini viral di media sosial, bahkan beberapa diantaranya mulai dilirik sebagai ide usaha UMKM.
Berikut adalah lima olahan ubi yang viral di media sosial dan bisa Kamu jadikan ide usaha.
-
Ubi Brûlée
Ubi brûlée dapat dikatakan sebagai pelopor dari kreasi ubi yang semakin beragam. Kuliner ini juga merupakan salah satu kreasi ubi yang paling ramai dibicarakan dalam dua tahun terakhir. Ubi brûlée merupakan olahan ubi yang berasal dari Jepang dan kemudian viral di media sosial.
Kuliner ini merupakan perpaduan antara ubi dengan teknik membuat crème brûlée dari Perancis. Di Jepang, ubi brûlée biasanya menggunakan ubi satsumaimo dan diatasnya diberikan krim kurtar dan gula, lalu di torch. Di Jakarta, olahan ini dimodifikasi dengan menggunakan ubi cilembu panggang, dan beberapa cafe juga menambahkan mozarella di atas krim custard.
-
Cheesecake Ubi
Di media sosial tersebar berbagai resep yang menggabungkan dessert cheesecake dan ubi. Ada yang menggunakan ubi cilembu, ubi ungu, ataupun menggabungkan keduanya untuk memberikan variasi warna yang menarik. Olahan yang menggabungkan kedua jenis ubi biasanya menjadikan ubee sebagai base, ubi cilembu di lapisan tengah, lalu cheesecake lumer di atasnya.
Akhir-akhir ini, banyak orang mencoba kreasi mudah ubi cheesecake gluten free yang dinilai lebih sehat. Olahan ini hanya terdiri dari dua bahan, yaitu ubi cilembu dan plain yogurt. Perpaduan kedua bahan itu akan menciptakan rasa manis dengan sedikit asam dan tekstur yang padat, seperti cheesecake pada umumnya.
-
Bola Ubi Kopong
Makanan ini awalnya merupakan jajanan kaki lima yang populer di Bandung. Camilan yang kerap disebut Bobi ini banyak digemari karena teksturnya yang renyah di luar tapi kopong atau kosong di dalamnya. Bola ubi kopong biasanya menggunakan ubi jalar kukus sebagai bahan utama.
Selain ubi jalar, untuk membuat Bobi diperlukan campuran tepung tapioka, maizena, dan baking powder. Tekstur khasnya didapatkan dari proses menggoreng dengan teknik menekan-nekan bola ubi hingga mengembang. Beberapa resep di TikTok memodifikasi resep ini, menggunakan ubee dan mengisi bola-bola dengan coklat atau mozarella.
-
Sweet Potato Cheese Bread
Bisa dikatakan jika sweet potato cheese bread merupakan hasil modifikasi atau varian baru dari korean potato cheese bread. Sama seperti “pendahulu” nya, sweet potato cheese bread, atau goguma ppang, juga pertama kali populer di Korea Selatan. Di Indonesia, makanan ini dijual oleh pelopor potato cheese bread (gamja-chijeu), yaitu Gamchi.
Awalnya, adonan roti tipis diberi isian kentang yang sudah dihaluskan dan mozarella. Pada varian baru, kentang tersebut ditambahkan ubi manis atau ubi ungu. Menu modifikasi ini digemari oleh banyak orang karena kehadiran ubi yang terasa menyeimbangi rasa gurih dari kentang dan mozarella.
-
Stick Ubi Keju
Selain sweet potato cheese bread, perpaduan ubi dan keju juga bisa dirasakan melalui makanan ringan. Pada beberapa resep, ubi yang telah direbus, dihancurkan dan dicampur dengan tepung serta parutan keju lalu digoreng hingga renyah. Dengan resep ini, ubi bisa menjadi makanan yang disukai juga oleh anak-anak.
Namun, terdapat juga resep yang menggunakan lebih sedikit bahan. Ubi manis yang telah dihaluskan, ditambah parutan keju, digulung menggunakan kulit lumpia, lalu digoreng. Beberapa pengguna media sosial mengaku menggunakan resep ini untuk menjual stick ubi keju dengan harga lebih murah.
Ubi yang dulunya sering dipandang sebelah mata karena harganya yang murah, kini justru menjadi menu utama di cafe-cafe ternama. Rasanya yang manis alami membuat ubi lebih mudah dikreasikan menjadi berbagai jenis kuliner. Meskipun begitu, olahan ubi juga harus dengan cara yang tepat agar manfaatnya tidak berubah menjadi mudarat.
Editor : Bintang Pradewo