JawaPos.com – Pendaftaran calon petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta resmi ditutup pukul 16.00, kemarin (14/3). Hingga penutupan, total pelamar petugas itu mencapai 24.405 orang. Angka itu jauh melampaui kuota yang tersedia, yakni 1.000 formasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan, lonjakan pendaftar sudah diperkirakan sejak awal. Menurut dia, profesi petugas Gulkarmat atau yang dikenal Damkar itu masih sangat diminati masyarakat.
''Per pagi ini jumlah pendaftar sudah menyentuh angka 20.000. Dan saat ditutup pukul 16.00, totalnya 24.405 pelamar,'' ujar Pramono. Dengan jumlah itu, jumlah pendaftar hampir menyentuh angka 25 kali lipat dari formasi.
Jumlah pendaftar itu sangat fantastis. Sebab, proses pendaftaran secara online di masing-masing wilayah kota itu hanya dibuka tiga hari. Yakni, mulai Selasa (12/8) hingga Kamis (14/8).
Lebih lanjut, Pramono menegaskan, seluruh proses seleksi akan dilaksanakan secara transparan dan bebas pungli. “Saya sudah berikan pesan khusus kepada Pak Bayu (Kadis Gulkarmat DKI Bayu Meghantara), bahwa rekrutmen ini harus dilakukan secara terbuka dan profesional,” tegas Pramono.
Dari total 1.000 formasi, adapun rinciannya sebagai berikut, Jakarta Timur 219 formasi, Jakarta Selatan 211 formasi, Jakarta Barat 202 formasi, Jakarta Pusat 187 formasi, dan Jakarta Utara 181 formasi.
Politisi PDI Perjuangan itu juga mengatakan, meski dibuka di wilayah kota, keputusan akhir rekrutmen akan ditentukan melalui rapat koordinasi bersama jajaran terkait. Hal itu untuk memastikan bahwa tidak ada intervensi dalam proses seleksi.
Hal senada juga sebelumnya disampaikan Wakil Gubernur DKI Rano Karno. Rekrutmen tenaga pemadam kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) untuk formasi Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) itu diawasi ketat untuk memastikan tidak ada praktik pungutan liar (pungli) di lapangan.
''Udah pasti lah itu (Pungli, Red) kami hindari. Makanya, kenapa PPSU dan PJLP ini kami Perketat. Kita tahu dan dengar sendiri masih ada yang coba main-main di beberapa kecamatan dan kelurahan,'' ujar Rano yang juga dikenal dengan tokoh "Bang Doel" itu.
Karena itu, dia juga menegaskan, meskipun proses rekrutmen secara online, keputusan akhir terkait seleksi tetap akan berada di tangan Gubernur DKI Pramono Anung dan dirinya sebagai wakil gubernur DKI. Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk melapor bila menemukan indikasi pungli atau penyimpangan dalam proses pendaftaran.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi