Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Hitung Kerusakan Fasilitas Publik, TJ dan MRT Ditarif Rp 1 Rupiah 

Masria Pane • Selasa, 2 September 2025 | 12:42 WIB

 

PT. Transjakarta merekayasa layanan halte yang terdampak akibat dari kerusakan halte dan memberikan tarif satu rupiah selama sepekan ke depan.
PT. Transjakarta merekayasa layanan halte yang terdampak akibat dari kerusakan halte dan memberikan tarif satu rupiah selama sepekan ke depan.
         
JawaPos.com - Aksi unjuk rasa yang memanas di Jakarta berdampak terhadap banyak fasilitas publik. Mulai dari lampu lalu lintas, taman, halte Transportasi Jakarta (TJ) hingga stasiun MRT dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Gubernur DKI Pramono Anung menuturkan, kerusakan fasos-fasum di Jakarta sedang dihitung. Mulai dari jumlah halte hingga pintu keluar masuk tol Jakarta. ''Tapi angkanya belum. Kalau saya jawab A rupiah, pasti saya ngarang. Sehingga dengan demikian, saya akan menyampaikan ini mudah-mudahan sudah selesai dihitung hari Senin berapa kerugian yang real,'' terangnya.  

Lebih lanjut, Pramono juga menyampaikan, pelaku kerusakan itu akan ditindaklanjuti. Terutama, yang pelaku pelanggaran yang tertangkap CCTV. ''Jakarta ini kan CCTV-nya lengkap. Jadi, kalau ada (pelaku, Red) pelanggaran, itu bukan kewenangan Pemprov DKI. Itu ranah hukum, Pemprov DKI tidak bisa campur tangan,'' imbuhnya. 

Dengan kerusakan beberapa fasilitas publik, Pramono mengeluarkan kebijakan untuk menggratiskan MRT dan TJ selama delapan hari. Mulai Minggu (31/8) hingga 7 September 2025, tarif keduanya Rp 1.

''Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat. Pemprov DKI Jakarta akan menggratiskan (TJ dan MRT) karena banyak sistem kita yang rusak, yang terbakar kemarin, pastikan tidak bisa di-tap. Untuk itu, maka segera akan kami lakukan perbaikan mudah-mudahan dalam satu Minggu Ke depan sistemnya sudah bisa normal,'' jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT TJ Welfizon Yuza menuturkan, ada sekitar enam halte TJ yang terbakar. Mereka juga sedang berusaha untuk menormalkan semua layanan. Namun, untuk halte yang rusak, akan diperbaiki secara bertahap.

''Jadi yang ringan kami pastikan tanggal 1 September bisa dioperasikan  secara fungsional, kemudian kerusakan sedang untuk di tanggal 3 September, dan untuk yang kerusakan berat mungkin kami butuh waktu kurang lebih sepekan,'' terangnya.

Sementara untuk MRT, semua stasiun sudah melayani dengan normal dengan tarif Rp 1 mulai kemarin (31/8). 

''Stasiun MRT Jakarta tetap melayani penumpang termasuk Stasiun Istora Mandiri telah beroperasi kembali namun hanya membuka Entrance B dan Entrance Lift di depan Gedung IDX,'' ujar Plt Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
transjakarta unjuk rasa