Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Ratusan Guru di Jakarta Ikut Pelatihan Menulis di Jawa Pos

Masria Pane • Kamis, 6 November 2025 | 09:57 WIB
Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Sarjoko saat membuka kegiatan Guru Menulis Jakarta secara virtual yang dihadiri 140 guru, Rabu (5/11)
Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Sarjoko saat membuka kegiatan Guru Menulis Jakarta secara virtual yang dihadiri 140 guru, Rabu (5/11)
 
JawaPos.com - Jawa Pos gencar membantu tenaga pendidik dalam mengasah dan memperbaiki keterampilan menulisnya melalui Program Guru Menulis. Kali ini, program itu dijalankan di Jakarta. Program yang berlangsung secara virtual itu diikuti sebanyak 140 guru.

Sebelum pelatihan dimulai, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sarjoko menyampaikan apresiasi atas kegiatan pelatihan tersebut. Kegiatan ini memungkinkan tenaga pendidik di Jakarta untuk meningkatkan kompetensinya. Terlebih, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta sudah diamanatkan sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional.

Dengan posisinya sebagai pusat perekonomian nasional, banyak pihak atau investor yang akan menanamkan modal di Jakarta, baik dalam industri, manufaktur, maupun jasa.

“Posisi Jakarta saat ini sudah menduduki posisi 71 dari sebelumnya 74. Salah satu faktor yang mendorong naiknya peringkat itu adalah human capital index. Ini ada kaitannya dengan tugas bapak ibu sekalian,” ujar Sarjoko kepada 140 tenaga pendidik yang mengikuti kegiatan virtual tersebut.

Sarjoko menambahkan, guru perlu terus beradaptasi menghadapi tantangan dunia yang semakin kompetitif. Menulis, kata dia, bukan sekadar keterampilan, melainkan juga bentuk refleksi dan ekspresi profesionalisme guru dalam meningkatkan inovasi pembelajaran.

“Guru yang menulis adalah guru yang berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan terus berkembang,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah bagi guru untuk memperkaya kosakata dan melatih kemampuan menyusun kalimat yang efektif agar pesan dalam tulisan tersampaikan dengan baik kepada pembaca.

“Terima kasih kepada Jawa Pos yang telah menjadi mitra dalam upaya peningkatan kualitas guru. Semoga kegiatan ini terus berkesinambungan,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan Hilmi Setiawan, jurnalis Jawa Pos sebagai pembicara.

Dalam kegiatan itu, General Manager Jawa Pos Metropolitan Suprianto menuturkan, melalui kegiatan ini, para guru bisa meningkatkan keterampilan menulis. Selain itu, pelatihan ini juga dapat membangun hubungan positif antara guru dan media, sehingga karya tulis para guru dapat dipublikasikan dan mendapat perhatian lebih luas.

“Kegiatan pelatihan ini juga bisa menjadi bekal bapak ibu semua untuk bisa menulis di media-media mainstream lainnya, selain Jawa Pos,” terangnya.

Sementara itu, Narasumber pelatihan Program Guru Menulis Jawa Pos, Hilmi Setiawan, menegaskan pentingnya kemampuan menulis bagi tenaga pendidik. Menurutnya, menulis bukan hanya sarana berbagi ilmu, tetapi juga media untuk membangun citra profesional guru dan sekolah.

“Menulis bisa menjadi cara bagi guru untuk membranding sekolahnya, sekaligus memperkuat identitas dirinya sebagai tenaga pendidik yang aktif dan kreatif,” ujar Hilmi.

Selain untuk memperluas pengaruh dan reputasi, kemampuan menulis juga memiliki manfaat administratif. Hilmi menjelaskan, karya tulis dapat menjadi bagian dari kebutuhan kenaikan pangkat, pengumpulan angka kredit, maupun studi lanjut. “Kadang guru membutuhkan karya tulis sebagai syarat formal dalam pengembangan kariernya,” katanya.

Hilmi juga memaparkan beragam jenis tulisan yang dapat dibuat guru. Mulai dari berita untuk laman sekolah, artikel opini, hingga tulisan feature yang mengangkat inovasi siswa. “Kalau di Jawa Pos, kami terbuka menerima opini dari luar. Yang penting gagasannya kuat dan relevan. Jika hanya ada sedikit kesalahan penulisan, redaksi akan membantu memperbaiki,” ujarnya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Program Guru Menulis #Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sarjoko